Hadiri HUT LPS, Menkeu: Indonesia Punya Pengalaman Atasi Krisis

Hadiri HUT LPS, Menkeu: Indonesia Punya Pengalaman Atasi Krisis

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Selasa, 22 Sep 2015 10:53 WIB
Hadiri HUT LPS, Menkeu: Indonesia Punya Pengalaman Atasi Krisis
Acara HUT LPS (Dewi-detikFinance)
Jakarta - Negara-negara di dunia termasuk Indonesia telah melalui berbagai macam fase krisis. Banyak negara tak kuat menahan tekanan akibat krisis ekonomi yang pernah terjadi di 1998-1999, maupun di 2008.

Namun, Indonesia merupakan salah satu negara yang bisa tahan terhadap guncangan krisis. Saat negara lain tidak bertumbuh sama sekali ekonominya alias minus, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa positif.

Indonesia dinilai punya pengalaman dalam mengatasi krisis ekonomi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demikian dikatakan Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Seminar dengan tema 'Managing Financial Turbulence', di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Selasa (22/9/2015).

"Indonesia punya pengalaman mengatasi krisis, baik di tahun 1998-1999 maupun 2008," ujarnya.

Bambang menceritakan, di tahun 1998-1999 terjadi krisis Asia, di mana pertumbuhan negara-negara Asia ambruk, namun Indonesia tetap tumbuh ekonominya, walaupun tidak signifikan.

"Saat itu, ketika banyak negara di Asia mencatatkan pertumbuhan negatif, Indonesia masih bisa positif," katanya.

Kemudian, Bambang menyebutkan, krisis kembali mengguncang Indonesia di 2008. Saat itu, skalanya lebih besar yaitu krisis global atau dunia.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tertekan, rupiah terpuruk. Namun setelahnya, Indonesia kembali bangkit.

"Di 2008, krisis global terjadi. Sektor keuangan AS kolaps. Pertumbuhan ekonomi Indonesia rendah sekali. Rupiah terdepresiasi cukup dalam. Krisis telah terjadi di Indonesia," ucap Bambang.

Saat ini, dia menyebutkan, Indonesia dan negara-negara lainnya di dunia tengah mengalami perlambatan ekonomi.

Saat ini, pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan LPS tengah berembug untuk menyelesaikan UU Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK) untuk antisipasi terjadinya krisis susulan.

"Pemerintah, BI, OJK, LPS sedang menyelesaikan UU JPSK untuk mengatasi potensi adanya krisis sistemik," sebut dia.

Bambang menambahkan, tekanan kondisi global perlu dihadapi dengan hati-hati dan waspada agar perekonomian Indonesia tetap bertahan.
Β 
"Kita tetap hati-hati dan waspada untuk menghadapi turbulensi ekonomi global," imbuhnya.

Hadir dalam acara ini Mantan Wakil Presiden Indonesia Boediono, Plt Direktur Eksekutif LPS Fauzi Ichsan, Mantan Menteri Keuangan Inggris Alistair Darling, dan Chairman of Federal Deposit Insurance Corporation/FDIC, Sheila Bair.

(drk/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads