"Saya mau cerita soal produksi kedelai kita secara nasional. Di tahun 1992 saya ingat kedelai pernah mencapai 1,8 juta hektar. Sekarang tidak sampai 700.000 hektar. Jadi memang produksi kedelai itu memang sudah turun sangat drastis," kata Dirjen Tanaman Pangan Kementan Hasil Sembiring dalam acara seminar nasional hari statistik 2015 di Kantor BPS, Selasa (22/9/2015).
Tahun ini, berdasarkan Angka Ramalan I dari Badan Pusat Statistik (BPS) produksi kedelai diperkirakan 998.000 ton, naik 5% dibanding tahun lalu. Namun, kebutuhan kedelai nasional mencapai 2,3 juta ton, sehingga Indonesia masih harus mengimpor 1,4 juta ton kedelai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pernah berkunjung ke Aceh mendampingi Pak menteri. Selalu petani di sana bilang ke Pak menteri, Pak sudah lah berhenti ajak kami tanam kedelai. Kalau bapak jamin harganya, kami tanam itu gunung dengan kedelai pak," kata Hasil.
Selama ini biaya produksi kedelai di petani jauh dari harga jual di pasar. Sehingga petani malas untuk menanam kedelai.
"Kami usulkan kedelai itu harganya Rp 8.100/kg. Di Aceh sempat turun ke Rp 4.500-5.000/kg. Padahal biaya produksinya Rp 7.500-7.800/kg. Saya ditanya, ini hobi atau apa? Kalau ini untuk hobi, rugi nggak apa-apa lah. Tapi ini kan untuk ekonomi masyarakat. Nggak boleh rugi lah," katanya.
(hen/rrd)











































