Petani Rugi Tanam Kedelai, Lahan Susut 60%

Petani Rugi Tanam Kedelai, Lahan Susut 60%

Dana Aditiasari - detikFinance
Selasa, 22 Sep 2015 11:40 WIB
Petani Rugi Tanam Kedelai, Lahan Susut 60%
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat area tanam lahan pertanian kedelai mengalami susut yang cukup signifikan dalam 20 tahun lebih. Pada 1992, luas lahan kedelai di Indonesia mencapai 1,8 juta hektar pada 1992, kini hanya 700.000 hektar atau susut 60%.

"Saya mau cerita soal produksi kedelai kita secara nasional. Di tahun 1992 saya ingat kedelai pernah mencapai 1,8 juta hektar. Sekarang tidak sampai 700.000 hektar. Jadi memang produksi kedelai itu memang sudah turun sangat drastis," kata ‎Dirjen Tanaman Pangan Kementan Hasil Sembiring dalam acara seminar nasional hari statistik 2015 di Kantor BPS, Selasa (22/9/2015).

Tahun ini, berdasarkan Angka Ramalan I dari Badan Pusat Statistik (BPS) produksi kedelai diperkirakan 998.000 ton, naik 5% dibanding tahun lalu. Namun, kebutuhan kedelai nasional mencapai 2,3 juta ton, sehingga Indonesia masih harus mengimpor 1,4 juta ton kedelai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Susutnya area tanam kedelai nasional selama bertahun-tahun karena persoalan harga kedelai di petani, mereka rugi. Harga kedelai lokal harus bersaing dengan harga kedelai impor. Meski pemerintah sudah punya instrumen harga pembelian pemerintah (HPP) kedelai untuk menjaga harga di petani.

"Saya pernah berkunjung ke Aceh mendampingi Pak menteri. Selalu petani di sana bilang ke Pak menteri, Pak sudah lah berhenti ajak kami tanam kedelai. Kalau bapak jamin harganya, kami tanam itu gunung dengan kedelai pak," kata Hasil.

Selama ini biaya produksi kedelai di petani jauh dari harga jual di pasar. Sehingga petani malas untuk menanam kedelai.

"‎Kami usulkan kedelai itu harganya Rp 8.100/kg. Di Aceh sempat turun ke Rp 4.500-5.000/kg. Padahal biaya produksinya Rp 7.500-7.800/kg. Saya ditanya, ini hobi atau apa? Kalau ini untuk hobi, rugi nggak apa-apa lah. Tapi ini kan untuk ekonomi masyarakat. Nggak boleh rugi lah," katanya.

(hen/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads