Boediono: Belajar dari Sejarah, RI Banyak PR Untuk Hadapi Krisis

Boediono: Belajar dari Sejarah, RI Banyak PR Untuk Hadapi Krisis

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Selasa, 22 Sep 2015 12:42 WIB
Boediono: Belajar dari Sejarah, RI Banyak PR Untuk Hadapi Krisis
Foto: Boediono di Acara HUT LPS (Dewi-detikFinance)
Jakarta - Indonesia telah melewati berbagai hantaman krisis ekonomi di masa lalu. Sejarah menunjukkan, Indonesia sudah teruji menghadapi gejolak krisis. Meski demikian, masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang harus diantisipasi, bila nanti krisis ekonomi kembali terjadi.

"Indonesia cukup cepat pulih dari hantaman krisis. Namun, masih banyak PR bila kemudian ada krisis lagi," kata Mantan Wakil Presiden RI, Boediono, dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Seminar dengan tema 'Managing Financial Turbulence', di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Selasa (22/9/2015).

Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini menjelaskan, krisis yang terjadi di 1997-1998 cukup menekan perekonomian Indonesia. Banyak bank, khususnya bank-bank kecil kolaps atau bangkrut. Total aset dari bank-bank yang bangkrut tersebut memang kecil, hanya kurang dari 4% dari total aset perbankan di Indonesia, namun dampaknya sistemik terhadap sektor keuangan di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat itu, belum ada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai penjamin dana nasabah jika bank dinyatakan bangkrut. Dana nasabah dijamin oleh negara melalui Blanket Guarantee.

Krisis di1997-1998 cukup kuat menghantam Indonesia. Saat itu yang terjadi bukan hanya krisis keuangan tapi juga krisis likuiditas dan krisis perbankan.

"Di tahun 1997-1998 lebih dari sekadar krisis keuangan, tapi juga krisis likuiditas, krisis perbankan," katanya.

Selanjutnya, krisis kembali menghadang Indonesia di 2008. Meskipun masuk dalam krisis ekonomi global, namun dampak langsung kepada masyarakat Indonesia tak sehebat krisis di 1997-1998.

Di 1999, Indonesia bangkit dengan berbagai pembenahan dalam perekonomiannya. "Setiap kali ada krisis itu pasti ada hal yang bisa dipelajari," ucap Boediono.

Saat ini, Indonesia mengalami gejolak perekonomian. Namun, kondisi saat ini tidak lebih buruk dibanding krisis di tahun-tahun sebelumnya. Yang terjadi saat ini adalah soal ketidaktahuan, ketidakpercayadirian, dan ketidakpastian ekonomi.

Menurut Mantan Keuangan era Megawati ini, Indonesia perlu membangun rasa percaya diri dan kepercayaan untuk bisa melewati ketidakpastian ini.

"Kita harus meminimalisir ketidakpastian ini. Perlu meningkatkan public confident and trust," pungkasnya.

(drk/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads