Bahkan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman masih optimistis produksi beras dan stok beras Bulog masih aman, namun soal kepastian impor beras tergantung keputusan atasannya.
"Jadi persoalan impor tidak impor lihat keadaan nanti, tunggu kalau sudah ada perintah nanti baru, kita kan pembantu presiden, siap melaksanakan kapan saja," kata Amran saat acara Melepas Pasar murah Beras di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (22/9/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Stok 1,7 juta ton (di Bulog), kebutuhan per bulan dirut (Bulog) yang jawab yah, yang jelas nggak usah tanyakan impor nggak impor," kata Amran.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sempat mengatakan soal rencana impor beras untuk menjaga stok beras Bulog yang hanya 1,5 juta ton dari angka ideal seharusnya 2,5-3 juta ton.
"Ini kan masalahnya kekeringan. Ya kita tidak ingin mengorbankan masyarakat dengan berpegang pada perkiraan yang bisa salah. Karena itulah maka kita buka kemungkinan impor secepatnya. Kita akan melihat itu sebagai kemungkinan, harus buka," kata JK di Hotel Borobudur, kemarin.
(hen/rrd)










































