Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) belum dapat mengungkapkan rincian kebijakannya. Namun kurang lebih aturannya akan seperti yang ada di beberapa negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina.
"Ya tentu kita belajar dari banyak negara, apa dari Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina. Semua ada caranya. Yang paling penting tetap kita memperlakukan ini suatu devisa yang bebas. Tapi tentu dibutuhkan sistem yang baik sehingga ekonomi kita lebih lancar," ujar JK di kantornya, Jakarta, Selasa (22/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Devisa itu bagaimana menjaga devisa kita tetap cukup, bagaimana menjaga devisa ini jangan dipakai untuk luxury. Bagaimana menjaga ekspor tetap terjaga, bagaimana impor itu dibatasi untuk hal yang penting saja," katanya.
(mkl/hen)











































