DPR dan Pemerintah Sepakat Asumsi Ekonomi 5,3% dan Dolar Rp 13.900

DPR dan Pemerintah Sepakat Asumsi Ekonomi 5,3% dan Dolar Rp 13.900

Arinaldo Habib Pratama - detikFinance
Selasa, 22 Sep 2015 22:50 WIB
DPR dan Pemerintah Sepakat Asumsi Ekonomi 5,3% dan Dolar Rp 13.900
Jakarta - Komisi XI DPR dan Pemerintah akhirnya menyepakati beberapa asumsi makro dalam Rancangan APBN 2016.

Asumsi pertumbuhan ekonomi pada 2016 disepakati 5,3% setelah direvisi dari 5,5%, dan kurs rupiah terhadap dolar diasumsikan Rp 13.900/US$, berubah dari asumsi sebelumnya Rp 13.400/US$.

"Kami sudah berunding dan telah mencapai kesepakatan. Tapi sebelum membacakan hasil kesepakatan ini, kami ingin mengingatkan kepada pemerintah bahwa kami akan mendukung pemerintah. Tapi jangan sampai dukungan kami ini lantas dinodai. Dalam artian target-target pertumbuhan tidak tercapai," kata Ketua Komisi XI Fadel Muhammad saat rapat pembahasan RAPBN 2016 dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rapat ini juga dihadiri oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Sofyan Djalil, dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin.

Berikut asumsi makro ekonomi yang disepakati malam ini:

  • Pertumbuhan Ekonomiβ€Ž 5,3%
  • Inflasi 4,7%
  • Nilai Tukar Rupiah Rp 13.900/US$
  • Suku Bunga SPN 3 Bulan 5,5%
  • Tingkat Pengangguran 5,2-5,5%
  • Tingkat Kemiskinan 9-10%
  • Gini Rasio (indeks) 0,39
  • Indeks Pembangunan Manusiaβ€Ž (IPM) 70,1
"Ini adalah kesimpulan paling pokokβ€Ž dalam rapat kali ini. Semoga target-target ini bisa tercapai dan jangan sampai tidak tercapai," katanya.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan sepakat dengan asumsi kurs rupiah terhadap dolar AS tahun depan. "Kalau rupiah di level Rp 13.900/US$ kami sepakat. Kami nyaman dengan angka itu. Suku bunga SPN 5,5% sudah oke dan kami sepakat dengan tingkat pengangguran 5,2-5,5%," kata Agus.

Sementara itu, Kepala Bappenas/Menteri PPN Sofyan Djalil bisa menerima dari berbagai kesepakatan dengan DPR. Sofyan menanggapi beberapa target asumsi seperti tingkat pengangguran, gini ratio dan lainnya.

"Kalau pertumbuhan jauh dari sebelumnya target ini tidak berubah. Tapi bagaimana kualitas pertumbuhan ekonomi ke depan. Walaupun menurut kami tingkat pengangguran 5,2-5,5% kami tidak protes. Tapi menurut kami, angka yang paling masuk akal adalah 5,3-5,6%," kata Sofyan.

Sebelum adanya kesepakatan ini, beberapa fraksi menyampaikan pandangannya soal asumsi makro dalam rapat malam ini. Rata-rata apa yang disampaikan para fraksi mendekati kesepakatan yang terjadi antara DPR dan pemerintah.

PDI-P memprediksi pertumbuhan ekonomi 5,3%, dengan tingkat inflasi 4,7%, suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) bertenor 3 bulan sebesar 5,5% dan nilai tukar Rp 13.900/US$β€Ž

Golkar memprediksi pertumbuhan ekonomi 5,2-5,3%, dengan tingkat inflasi 4,5-4,7% plus minus 1%, suku bunga SPN bertenor 3 bulan sebesar 5,5-6% dan nilai tukar Rp 13.700-13.900/US$

Gerindra memprediksi pertumbuhan ekonomi 5,2%, dengan tingkat inflasi 4,7%, suku bunga SPN bertenor 3 bulan sebesar 5,5%, dan nilai tukar Rp 14.000/US$

Demokrat mengusulkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3% dengan tingkat inflasi 4,7%, suku bunga SPN bertenor 3 bulan sebesar 5,5%, dengan nilai tukar Rp 13.900/US$

PAN mengusulkan pertumbuhan ekonomi 5,2 % dengan tingkat inflasi 4,7%, suku bunga SPN bertenor 3 bulan 5,5%, nilai tukar Rp 14.000/US$

PKB mengusulkan pertumbuhan ekonomi 5,2%, dengan tingkat inflasi 4,5% plus minus 1%, suku bunga SPN bertenor 3 bulan sebesar 5,5%. Dengan prediksi nilai tukar Rp 13.900/US$. Angka kemiskinan kisaran 9-10 %. Angka pengangguran 5,2-5,5 %

PKS mengusulkan pertumbuhan ekonomi 5,1-5,3% dengan tingkat inflasi 4,5% plus minus 0,5%, suku bunga SPN bertenor 3 bulan sebesar 5,5%. dan nilai tukar Rp 13.800-14.000/US$

PPP mengusulkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2-5,3%, dengan tingkat inflasi 4,7%. Pokok bunga SPN bertenor 3 bulan sebesar 5,5%, nilai tukar Rp 13.900/US$

Nasdem mengusulkan pertumbuhan ekonomi 5,3%, dengan tingkat inflasi 4,7%, suku bunga SPN bertenor 3 bulan sebesar 5,5%, dengan nilai tukar Rp 13.900β€Ž/US$.

(hen/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads