"Kenaikan biaya paling besar pada biaya bongkar muat di pelabuhan, itu jadi penyumbang kenaikan terbesar dari biaya logistik," jelas Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Zaldy Ilham Masita, ditemui di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Rabu (23/9/2015).
Peningkatan biaya logistik terbesar, kata Zaldy, adalah pada kenaikan tarif yang dikenakan oleh operator pelabuhan. Meski saat ini pembayaran tarif pelabuhan sudah wajib menggunakan rupiah, namun patokan tarif bongkar muatnya tetap menggunakan dolar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zaldy menuturkan, jika memang BI mewajibkan penggunaan mata uang dalam negeri di pelabuhan, seharusnya bisa meniru apa yang dilakukan negara-negara tetangga. Hal inilah yang membuat biaya bongkar muat pelabuhan di Indonesia jadi salah satu yang termahal.
"Di Singapura, Malaysia, dan Thailand sudah tidak menggunakan dolar," tutupnya.
(dnl/dnl)
