Dolar Tembus Rp 14.600, Biaya Logistik Naik 15%

Dolar Tembus Rp 14.600, Biaya Logistik Naik 15%

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 23 Sep 2015 13:13 WIB
Foto: Pelabuhan Tanjung Priok (Rachman Haryanto-detikFinance)
Jakarta - Semakin menguatnya nilai tukar dolar terhadap rupiah, yang hari ini menembus Rp 14.600, membuat biaya logistik membengkak hingga sedikitnya 15%. Bila dibandingkan biaya logistik saat dolar di kisaran Rp 13.000.

"Kenaikan biaya paling besar pada biaya bongkar muat di pelabuhan, itu jadi penyumbang kenaikan terbesar dari biaya logistik," jelas Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Zaldy Ilham Masita, ditemui di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Rabu (23/9/2015).

Peningkatan biaya logistik terbesar, kata Zaldy, adalah pada kenaikan tarif yang dikenakan oleh operator pelabuhan. Meski saat ini pembayaran tarif pelabuhan sudah wajib menggunakan rupiah, namun patokan tarif bongkar muatnya tetap menggunakan dolar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita bukan malah tambah murah, aturan BI (Bank Indonesia) ini hanya malah menguntungkan Pelindo II. Dia tiduran bisa dapat duit banyak. Karena walau kita bayar rupiah standar tarifnya tetap dolar, cuma dolar yang dikonversi ke rupiah saja," ujar Zaldy.

Zaldy menuturkan, jika memang BI mewajibkan penggunaan mata uang dalam negeri di pelabuhan, seharusnya bisa meniru apa yang dilakukan negara-negara tetangga. Hal inilah yang membuat biaya bongkar muat pelabuhan di Indonesia jadi salah satu yang termahal.

"Di Singapura, Malaysia, dan Thailand sudah tidak menggunakan dolar," tutupnya.

(dnl/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads