Rizal Ramli Minta Kereta Pelabuhan Priok Beroperasi Oktober 2015

Rizal Ramli Minta Kereta Pelabuhan Priok Beroperasi Oktober 2015

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 23 Sep 2015 16:26 WIB
Rizal Ramli Minta Kereta Pelabuhan Priok Beroperasi Oktober 2015
Jakarta - Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli memberi target agar Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara, telah tersambung dan terlayani angkutan kereta barang pada Oktober 2015. Target ini diberikan kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Jasaβ€Ž Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Agung Kuswandono, dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Rabu (23/9/2015)

"Kalau KAI menargetkan Februari (2016) tapi kalau Pak Menko minta jadi Oktober (2015). Makanya KAI sekarang keringetan ini," kata Agung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kini, KAI sedang bekerja keras menuntaskan proses pembebasan lahan yang tinggal tersisa 8 bangunan. Totalnya, KAI akan membangun 1,4 kilometer (km) jalur baru yang menghubungkan Stasiun Pasoso di pinggir Pelabuhan Priok hingga masuk ke area dermaga Jakarta International Contianer Terminal (JICT).

"Mereka sudah bangun rel itu menuju JICT," ujarnya.

Selain harus bekerja keras membeaskan lahan, KAI menghadapi masalah teknis. Akses jalan kereta menuju Terminal JICT terhambat akses jalan layang menuju Pelabuhan Priok yang sedang dibangun.

"Sekarang sudah menjadi sedikit lebih susah karena di depannya ada jalan layang jadi harus diukur ketinggiannya sebelah mana yang cocok di mana, kalau dulu kan lurus-lurus saja dan langsung masuk," jelasnya.

Sebelumnya, KAI menargetkan pada Oktober 2015 segera memulai pembangunan prasarana kereta pelabuhan seperti rel dan container yard di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pembangunan dilakukan setelah proses pembayaran tanah dan warga di Tanjung Priok yang terkena proyek tuntas. Targetnya, pembayaran tanah dan bangunan milik warga bisa dilakukan akhir September 2015 ini.

"Rencana setelah Pembayaran selesai pada akhir September baru akan dilaksanakan pekerjaan pada pertengahan oktober 2015," kata VP Corporate Communication KAI Agus Komarudin.

Saat ini, sebanyak 7 rumah dan 1 rumah ibadah masih belum dibayar karena menunggu perhitungan ulang nilai bangunan. Proses konstruksi, kata Agus, akan memakan waktu 5 bulan.

KAI nantinya membangun rel baru dari Stasiun Pasoso berbelok memotong rumah warga yang telah dibebaskan lahannya hingga masuk ke dalam dermaga milik JICT.

Total rel baru membentang 1,4 kilometer, termasuk sebagian melintasi pemukiman warga. Kereta pelabuhan secara resmi baru bisa beroperasi pada Maret 2016. Selain jalur Stasiun Pasoso-JICT, ternyata telah ada jaringan kereta dari Stasiun Pasoso ke Dermaga Terminal 3 Priok.

Jaringan rel eks Belanda ini sekarang dalam kondisi non aktif karena telah dibeton dan ditutup oleh PT Pelindo II (Persero). Jalur ini existing ini sempat dibongkar oleh Rizal Ramli. Rizal Ramli ingin jalur kereta yang ditutup Pelindo II untuk diaktifkan kembali.

(feb/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads