Melihat hal ini, pedagang sapi dan kambing kurban memutar otak. Robi, pedagang hewan kurban di Tanah Abang Jakarta Pusat, memberi diskon kepada para pembeli. Diskon semakin besar akan diberikan setelah Idul Adha yang jatuh hari ini.
"Saya beri diskon untuk kambing yang Rp 2 juta kita kasih Rp 1,5 juta. Kalau kambing nggak laku terjual maka kita kembalikan ke bos," kata Robi kepada detikFinance di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun ini, yang kejual cuma 5 dari total 25. Kalau nggak pada habis, rencananya bakal dibalikin ke bos," tuturnya.
Hal senada dialami oleh Jum. Pedagang hewan kurban di Tanah Abang ini mengaku mengalami penurunan omset. Tahun lalu, Ia berhasil menjual sapi dan kambing sebanyak 120 ekor. Kini, penjualannya hanya 100 ekor.
Untuk menaikkan penjualan, Jum mengaku memberi potongan harga kepada para pelanggan.
"Untuk diskon mah, bahkan kalau ada yang mau beli saya langsung jual. Walaupun rugi dikit, jual setelah lebaran pun nggak terlalu masalah," tuturnya.
Pada kesempatan itu, Jum mengaku penurunan omset juga dipengaruhi adanya pembatasan penjualan hewan kurban di area umum seperti trotoar jalan.
"Sudah pasti omsetnya berkurang. Di sini kan barometer kalau mau beli kurban, makanya setelah ada peraturan itu orang jadi ragu buat masuk," tuturnya.
(feb/mkl)











































