RI Impor Kedelai dari AS Hingga Malaysia

RI Impor Kedelai dari AS Hingga Malaysia

Rista Rama Dhany - detikFinance
Jumat, 25 Sep 2015 09:32 WIB
RI Impor Kedelai dari AS Hingga Malaysia
Jakarta - Indonesia masih bergantung pada impor kedelai, dari Januari-Agustus tahun ini total kedelai yang diimpor mencapai 1,525 juta ton dengan nilai US$ 719 juta. Jumlah ini turun tipis 2% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip detikFinance, Jumat (25/9/2015), periode Januari hingga Agustus 2015 tercatat impor kedelai mencapai 1.525.748 ton dengan nilai US$ 719.807.624. Jumlah ini turun tipis periode yang sama di 2014 yang mencapai 1.564.163 dengan nilai US$ 947.245.608.

Negara yang paling banyak ekspor kedelai ke Indonesia yakni, Amerika Serikat (AS), Kanada, Malaysia, China, dan Uruguay

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut rincian impor kedelai periode Januari-Agustus 2015:

  • AS 1.481.969 ton, dengan nilai US$ 695.556.515
  • Kanada 25.573 ton, dengan nilai US$ 13.118.116
  • Malaysia 9.924 ton, dengan nilai US$ 6.335.748
  • China 1.684 ton, dengan nilai US$ 1.976.436
  • Uruguay 2.318 ton, dengan nilai US$ 1.017.612
  • Negara lainnya 4.278 ton, dengan nilai US$ 1.803.197
Indonesia pernah suplus produksi kedelai pada 1992, namun seiring berjalannya waktu, lahan tanam kedelai terus susut dari tahun ke tahun. Kementerian Pertanian pada 1992 luas lahan kedelai di Indonesia mencapai 1,8 juta hektar, namun kini hanya tersisa sekitar 700.000 hektar atau susut 60%.

Tahun ini, berdasarkan Angka Ramalan I dari Badan Pusat Statistik (BPS) produksi kedelai diperkirakan 998.000 ton, naik 5% dibanding tahun lalu.

(rrd/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads