Daftar Impor Pangan RI Senilai Puluhan Triliun Rupiah

Rista Rama Dhany - detikFinance
Jumat, 25 Sep 2015 09:47 WIB
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui, impor pangan Indonesia sangat besar, mulai dari beras, gandum, gula, jagung dan banyak lagi. Hal ini yang membuat dolar Amerika Serikat (AS) begitu perkasa terhadap rupiah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Januari-Agustus 2015 yang dikutip detikFinance, Jumat (25/9/2015), Indonesia juga tercatat masih banyak impor pangan, berikut daftarnya:

  • Beras 225.029 ton dengan nilai US$ 97,8 juta
  • Jagung 2,3 juta ton dengan nilai US$ 522,9 juta
  • Kedelai 1,52 juta ton dengan nilai US$ 719,8 juta
  • Biji gandum dan meslin 4,5 juta ton dengan nilai US$ 1,3 miliar
  • Tepung terigu 61.178 ton dengan nilai US$ 22,3 juta
  • Gula Pasir 46.298 ton dengan nilai US$ 19,5 juta
  • Gula tebu (Raw Sugar) 1,98 juta ton dengan nilai US$ 789 juta
  • Garam 1,04 juta ton dengan nilai US$ 46,6 juta
Total nilai impor 8 komoditas pangan di atas ini mencapai US$ 3,5 miliar, atau sekarang sekitar Rp 51 triliun. Banyaknya impor pangan inilah yang disebut Presiden Jokowi jadi salah satu rupiah melemah.

"Kalau semua produk-produk seperti ini, gula, kedelai, jagung, garam semua impor. Bahkan buah-buahan dan beras, inilah yang menyebabkan keguncangan neraca perdagangan, dan karena ketergantungan ini membeli barang impor harus memakai dolar. Ini salah satu yang menyebabkan dolar seperti sekarang, meski faktor terbesar adalah eksternal," papar Jokowi Senin lalu.

Jokowi mengatakan, kepala daerah memiliki tugas memproduksi bahan-bahan pangan sehingga Indonesia bisa mengurangi impor bahan pangan.

(rrd/hen)