Tergiur Omset Besar, Warga Dekat Stasiun KRL 'Sulap' Rumah Jadi Parkir

Tergiur Omset Besar, Warga Dekat Stasiun KRL 'Sulap' Rumah Jadi Parkir

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 25 Sep 2015 13:00 WIB
Tergiur Omset Besar, Warga Dekat Stasiun KRL Sulap Rumah Jadi Parkir
foto: aktivitas penitipan parkir milik warga di dekat stasiun (idris-detikFinance)
Jakarta - Tergiur pendapatan puluhan juta rupiah sebulan membuat warga di dekat stasiun besar keberangkatan KRL Commuter Line Jabodetabek menyulap fungsi rumah menjadi lahan parkir. Lahan parkir warga bisa menampung ratusan sepeda motor.

Langkah warga pemilik usaha parkir bukan tanpa sebab karena pengguna KRL banyak yang membawa kendaraan pribadi, sepeda motor dan mobil, untuk mencapai stasiun. Parkir stasiun yang terbatas dan jumlah pengguna KRL yang terus bertambah, membuat penumpang KRL menitipkan kendaraannya miliknya pada parkir milik warga yang berlokasi di dekat stasiun.

Rohmat, salah satu warga pengelola parkir di dekat Stasiun Depok Baru, mengaku mengubah hunian kontrakan milik keluarganya menjadi tempat penitipan motor karena iming-iming pendapatan tinggi. Penitipan motor miliknya bisa menampung 110 motor dalam kondisi penuh.

"Ini baru buka setahun. Baru saja, dari Januari lalu (2015). Sebelumnya, toko-toko yang dikontrakin ke orang, orang sekarang kan lebih suka naik KRL, jadi kotrak pada selesai dibongkar buat parkiran," ujar Rohmat kepada detikFinance, di dekat Stasiun Depok Baru, Depok, Jumat (25/9/2015).

Pendapatan jasa penitipan motor, kata Rohmat, jauh lebih besar daripada usaha kontrakan yang pernah dijalaninya. Dalam sehari, ia bisa meraup omset Rp 550.000.

"Kalau weekend kan menurun yah. Motor yang masuk sekitar 30-50 motor. Saya nggak tahu ada berapa parkiran di sini, paling banyak tuh di (stasiun) Pondok Cina atau Depok tuh. Sudah banyak luas lagi, tapi selalu penuh, kalau di sini ada sekitar 10-an lah. Yang lain juga beberapa baru buka," ungkapnya.

Rohmat menuturkan, jasa penitipan motor mulai menjamur setelah tiket dan layanan KRL mulai membaik sejak 2 tahun lalu.

"Orang daripada macet-macetan, apalagi sekarang naik KRL murah dan enak. Perumahan juga nambah terus. Pasti laris terus ini," jelasnya.

Hal ini dibenarkan juga oleh pemilik penitipan motor lainnya di samping Stasiun Depok Baru bernama Kokom. Kokom mengaku setidaknya ada 300 motor yang diitipkan di lapak parkir miliknya.

Dalam sehari itu, ia bisa meraup omset bersih sekitar Rp 1,5 juta per hari atau sekitar Rp 35 juta per sebulan. Omset ini sudah menghitung uang yang masuk pada hari libur atau akhir pekan.

"Sehari kan ada 300-an motor. Kalau pukul rata sehari 300 motor yah segitu (Rp 1,5 juta). Sementara kalau libur turun drastis jadi 100-an motor. Tarif parkirnya Rp 5.000 sampai malam," kata Kokom.

Lantas bagaimana urusan keamanan parkir milik warga?

Bambang, salah satu pengelola jasa penitipan motor di dekat Stasiun Depok Baru, mengatakan jasa penitipan motor yang dikelolanya memang tidak memberikan uang pengganti jika ada pelanggan yang mengklaim kehilangan.

"Kalau di kita nggak ada (penggantian). Di tempat lain juga sama, kita kan juga berikan pelayanan terbaik saja. Keamanan kita jaga bener. Tapi memang tadi, kalau hilang kita tidak tanggung," jelas Bambang.

Meski demikian, jika seandainya ada yang mengaku motornya hilang, pihaknya akan menyelesaikannya lewat musyawarah dengan pemilik kendaraan.

"Saya nggak tahu misalkan kalau diganti motor hilang berapa. Yah tergantung musyawarah lah. Ganti berapa saya nggak tahu karena selama ini dari awal berdiri itu nggak pernah yang namanya kehilangan," tutur Bambang.

Bambang yang memanfaatkan ruang kosong di rumahnya sebagai lahan parkir ini, mengaku belum pernah sekalipun ada kasus pencurian motor di dekat Stasiun Depok Baru.

"Pelayanan kita terbaiklah. Jangankan motor hilang, helm saja belum pernah ada yang hilang. Kita layani dengan baik, yang di luar biar nggak kepanasan kita tutupin pakai karpet," tutupnya. (feb/feb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads