Perusahaan Indonesia yang berpartisipasi adalah PT Pondan, Interaromat BV, PT Coco Sugar Indonesia, dan Khatulistiwa Coffee.
Hal tersebut disampaikan Ivan Rismi Potolanto, Kepala Seksi Sosial dan Budaya, Direktorat Eropa Tengah dan Timur Kementerian Luar Negeri, yang menggalang para pengusaha Indonesia ke Polandia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Para pengusaha Indonesia sepakat untuk segera menindaklanjuti kerja sama perdagangan ini setelah pameran POLAGRA Food Fair selesai," ujar Ivan dalam keteran tertulisnya, Jumat (25/9/2015).
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Interaromat BV, Tutuko mengatakan, produk rempah-rempah asal Indonesia memiliki pasar di Eropa dan cenderung berkembang.
"Dalam dua hari di pameran ini saya telah mendapatkan permintaan sekitar 30 metric ton pala dan 10 metric ton kayu manis dari Indonesia untuk pasar Eropa Tengah dan Timur, khususnya Polandia, Lithuania, Bulgaria dan Ukraina," kata Tutuko.
Sementara itu, CEO Khatulistiwa Coffee, Aditya menyampaikan, importir Polandia ingin membeli 1 metric ton kopi asal Indonesia. Pengunjung asal Eropa yang menyambangi stand Indonesia, tertarik dengan kopi Indonesia karena kualitas, rasa, dan aromanya.
"Saya suka kopi Indonesia. Saya bisa minum 7 cangkir setiap hari," ungkap Guillermo dalam bahasa Inggris berdialek Spanyol, ketika berkunjung ke stand Indonesia untuk menawarkan diri sebagai distributor kopi Indonesia di Eropa Tengah dan Timur.
Polandia adalah negara pertama dari rangkaian misi bisnis Indonesia menuju 3 negara di kawasan Eropa Tengah dan Timur. Setelah POLAGRA Food Fair, para pengusaha Indonesia akan melanjutkan misi bisnis ke Ceko dan Slowakia untuk mempromosikan produk makanan dan minuman Indonesia.
(feb/dnl)











































