Kementerian Pertanian mengungkapkan, kuota impor sapi hidup untuk akhir tahun ini ditambah sampai 200.000 ekor untuk menormalkan kembali harga daging sapi yang saat ini masih bertengger di Rp 110.000/kg. Pada Agustus lalu, harga daging sapi bahkan sempat meroket sampai Rp 140.000/kg.
Diakui Kementan, langkah pengetatan impor sapi secara drastis pada kuartal III lalu ternyata berdampak negatif. Dampaknya masih terasa sampai sekarang, harga daging sapi tak pernah kembali ke Rp 100.000/kg seperti sebelum lebaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan, pemerintah terus berupaya menstabilkan dan mengembalikan harga daging sapi ke tingkat normal. Caranya dengan menugaskan Perum Bulog melakukan operasi pasar daging sapi. "Peran Bulog tetap penting sebagai buffer yang menjaga harga," ucapnya.
Perum Bulog telah mendapatkan izin impor 10.000 ton daging sapi sampai akhir tahun untuk menstabilkan harga. Tidak tertutup kemungkinan akan ada lagi tambahan jatah impor untuk Bulog. "Mungkin ada lagi, tapi tadi (dalam rapat koordinasi di Kemenko Perekonomian) belum diputuskan," tutupnya.
Sebagai informasi, pada kuartal I tahun ini total izin impor sapi yang diberikan adalah 100.000 ekor, lalu 250.000 ekor di kuartal II, dan hanya 50.000 ekor pada kuartal III. Di sisi lain, ada peningkatan permintaan saat kuartal III karena bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Akibatnya, terjadi lonjakan harga daging sapi.
Para pedagang daging sapi sempat melakukan mogok pada pertengahan Agustus lalu akibat kenaikan harga daging sapi yang mencapai Rp 140.000/kg membuat omzet mereka tergerus.
Pemerintah sebenarnya sudah menugaskan Perum Bulog untuk menurunkan harga daging sapi dengan memberi izin impor 50.000 ekor sapi siap potong. Namun, realisasinya sampai saat ini baru 7.100 ekor sapi siap potong yang didatangkan Bulog. Harga daging sapi pun tetap di atas Rp 100.000/kg.
Karena itu, pemerintah kini kembali membuka lebar impor sapi di akhir tahun. Total pada kuartal IV ini diputuskan kuota impor sebanyak 200.000 ekor sapi bakalan, 4 kali lipat kuartal III lalu. Harapannya, harga dan pasokan sapi bisa kembali normal.
(rrd/rrd)











































