"Ada 16 bendungan dari pemerintahan sebelumnya yang kita lanjutkan pembangunannya. Untuk era Pak Jokowi, ada 49 waduk. Jadi total seluruh bendungan ada 65 waduk dalam 5 tahun," ujar Direktur Jenderal Sumberdaya Air (SDA) Kementerian PUPR, Mudjiadi kepada detikFinance, Sabtu, (26/9/2015).
Di pemerintahan sebelumnya telah dibangun 21 waduk yang dibangun, 5 waduk telah selesai pembangunannya, sementara sisanya 16 waduk masih dalam pengerjaan. Sementara, proses pekerjaan waduk memakan waktu kurang lebih 4-5 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data Ditjen SDA Kementerian PU (saat ini bernama Kementerian PUPR), pada kurun waktu 2005 hingga 2009, ada 11 waduk yang dibangun diantaranya adalah bendungan Kedungbrubus di Jawa Timur dengan kapasitas 2,03 juta meter kubik, Bendungan Lodan dan Panohan di Jawa Tengah dengan kapasitas masing-masing 5,4 juta meter kubik dan 0,79 juta meter kubik.
Ada pula Bendungan Keuliling di Aceh dengan kapasitas 15,68 juta meter kubik, Bendungan Telaga Tunjung dan Benel di Bali dengan kapasitas masing-masing satu juta meter kubik dan 1,36 juta meter kubik.
Sementara pada periode 2010 hingga 2014, Bendungan yang dibangun antara lain Bendungan Gonggang di Jawa Timur dengan kapasitas 1,9 juta meter kubik, Bendungan Rajui di Aceh 2,64 juta meter kubik, Bendungan Payaseunara di Aceh 0,93 juta meter kubik, dan Bendungan Marangkayu di Kalimantan Timur 9,3 juta meter kubik.
Ada pula Bendungan Jatigede di Jawa Barat dengan kapasitas 979 juta meter kubik, Bendungan Jatibarang di Jawa Tengah 13,6 juta meter kubik, Bendungan Bajulmati di Jawa Timur 7,5 juta meter kubik, Bendungan Bendo di Jawa Timur 33,45 juta meter kubik, Bendungan Titab di Bali 10,8 juta meter kubik, dan Bendungan Pandanduri di NTB 25,93 juta meter kubik.β
(dna/rrd)











































