Pasar Keuangan Lesu, Emas Jadi Alternatif Investasi

Pasar Keuangan Lesu, Emas Jadi Alternatif Investasi

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Sabtu, 26 Sep 2015 15:25 WIB
Pasar Keuangan Lesu, Emas Jadi Alternatif Investasi
Jakarta - Logam mulia atau emas batangan bisa menjadi salah satu instrumen investasi pilihan di saat pasar keuangan tengah lesu. Sifat emas yang tahan lama dan tidak mudah rusak, menjadikan emas bisa disimpan dalam waktu yang lama tanpa mengurangi nilainya. Harga emas juga cenderung naik dalam jangka panjang.

General Manager PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Dody Martimbang mengungkapkan, saat harga saham jatuh dan rupiah terus melemah harga emas batangan justru naik. Ini membuktikan jika emas bisa menjadi salah satu alternatif investasi yang aman.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menyentuh level tertingginya di 5.300 di tahun ini dan saat ini terperosok di kisaran level 4.200.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sudah melemah hingga di kisaran Rp 14.600.

Jumat (25/9/2015), emas batangan Antam melonjak Rp 17.000 per gram.

"Pasar saham kan anjlok ya, rupiah juga melemah cukup drastis. Tapi emas batangan malah naik," katanya kepada detikFinance, Sabtu (26/9/2015).

Dody menjelaskan, dalam kondisi seperti ini, emas bisa dijadikan alternatif investasi. Apalagi, kata dia, ketidakjelasan kondisi perekonomian global membuat investor mencari penempatan dana yang aman.

Penundaan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) untuk menaikkan tingkat suku bunganya menjadikan pasar keuangan labil. Ini membuat keragu-raguan investor.

Nah, dalam kondisi seperti ini invetsor lebih memilih emas atau logam mulia sebagai tempat penyimpanan dana paling aman.

Harga emas setidaknya stabil dalam jangka pendek. Kalau pun turun, tidak akan sedrastis di pasar saham atau nilai tukar. Bahkan, dalam jangka panjang harga emas cenderung naik signifikan.

"Emas itu kan stabil. Dalam jangka panjang harganya pasti naik," katanya.

Meksipun pada akhirnya The Fed menaikkan suku bunganya, namun Dody meyakini jika logam mulia masih akan menjadi daya tarik investor dan akan dijadikan sebagai instrumen investasi paling aman (safe haven).

"Orang sudah ragu-ragu sama The Fed. Dari awal tahun kan nggak pasti mau naik atau nggak. Kalau emas itu stabil. Realitanya emas itu masih menjadi safe haven," jelas Dody.

(drk/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads