Ini 3 Proyek Triliunan Rupiah yang Lagi Digarap Antam

Ini 3 Proyek Triliunan Rupiah yang Lagi Digarap Antam

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Sabtu, 26 Sep 2015 16:57 WIB
Ini 3 Proyek Triliunan Rupiah yang Lagi Digarap Antam
foto: ilustrasi/reuters
Jakarta -

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terus melakukan ekspansi untuk mendorong kinerja perseroan. Setidaknya, ada 3 proyek yang tengah dikembangkan Antam saat ini.

Corporate Secretary Antam Tri Hartono menyebutkan, proyek yang sedang berjalan saat ini salah satunya adalah pengembangan dan perluasan pabrik feronikel di Sulawesi Tengah dengan kapasitas eksisting sebesar 18.000-20.000 ton nikel per tahun.

Dengan perluasan ini, diharapkan akan menambah kapasitas sebesar 27.000-30.000 ton nikel per tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembangunan proyek ini menghabiskan investai sebesar US$ 600 juta. Dana ini berasal dari penerbitan obligasi sebesar Rp 3 triliun.

"Sampai Juli 2015, pengerjaan proyek ini sudah sampai 95%. Proyek ini diperkirakan akan selesai di akhir tahun," ujarnya kepada detikFinance, Sabtu (26/9/2015).

Proyek lainya yang juga sedang dalam proses pengerjaan adalah pabrik feronikel di Halmahera Timur, Maluku Utara. Proyek ini dikerjakan di awal tahun 2011, namun karena kendala pendanaan, akhirnya proyek ini terhenti. Kemudian, proyek ini akan kembali dimulai tahun ini.

Perseroan telah menyiapkan pendanaan melalui penerbitan saham baru tanpa Hak Memesak Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue senilai Rp 1,8 triliun.

Harga saham yang ditawarkan Rp 371-Rp 535 per saham. Perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 7 Oktober 2015 untuk meminta persetujuan para pemegang saham atas rencana ini.

Selain itu, pemerintah ikut melakukan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 3,5 triliun. Sehingga total dana yang digunakan untuk proyek ini sebesar Rp 5,3 triliun.

Pabrik ini akan memiliki kapasitas produksi 27.000-30.000 ton nikel per tahun.
Pembangunan pabrik ini akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama akan menghasilkan kapasitas produksi 13.500-15.000 ton nikel per tahun.

Proyek selanjutnya adalah pembangunan Smelter Grade Alumina di Kalimantan Barat.
Saat ini, perseroan telah melakukan kesepakatan melalui Memorandum of Understanding (MoU) dengan Inalum dan akan mencari partner strategis untuk mencari pendanaan.

Nantinya, pabrik ini akan menghasilkan kapasitas produksi 1,7-2 juta ton per tahun. Investasi diperkirakan mencapai US$ 1,7 miliar.

"Sekarang masih proses pencarian partner. Sudah ada beberapa yang melirik, dari asing pastinya," katanya.

(drk/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads