Cenergy Power akan Bangun Pembangkit Listrik di Medan

Cenergy Power akan Bangun Pembangkit Listrik di Medan

- detikFinance
Senin, 28 Feb 2005 21:53 WIB
Medan - Kekurangan pasokan listrik di Kawasan Industri Medan (KIM) dua tahun mendatang diperkirakan dapat diatasi. Pasalnya, ada keinginan perusahaan swasta yang mengkhususkan di bidang listrik PT Cenergy Power yang akan membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan tenaga gas (PLTG).Rencana tersebut telah diawali dengan penandatanganan momerandum of understanding (MoU) antara Pempropsu, PT KIM dan PT Cenergy Power di Kantor Gubernur Sumut, di Jalan Diponegoro, Medan, Senin (28/2/2005).Penandatanganan itu bertujuan untuk mengadakan kerjasama dan bersinergi untuk membangun LPTU/PLTG 2X100 MW di KIM. Kerjasama lainnya juga membangun jaringan distribusi 20 kV yang diperlukan untuk dapat menyalurkan energi listrik secara khusus ke KIM dan ke masyarakat di Sumut.Penandatangan MoU itu dilakukan Gubernur Rizal Nurdin, Direktur PT KIM Soepomo dan Direktur Utama PT Cenergy Power R Sambodho S. Hadir dalam penandatangan kesepahaman itu Kepala Badan Investasi dan Promosi Sumut, Gandhi Tambunan dan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumut Washington Tambunan.Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Rizal Nurdin menyambut baik rencana PT Cenergy Power atas kesungguhan dan kesediaannya untuk berinvestasi bidang kelistrikan di Sumut. Menurut Gubsu, untuk menggairahkan dan mengembangkan sektor perekonomian diperlukan dukungan dari infrastruktur yang handal dan mantap, dan salah satunya adalah dari sektor kelistrikan."Pembangunan daerah Sumut khusunya Kota Medan dapat dilihat perkembangannya amat pesat menuju kota metropolitan. Salah satu sektor yang amat berkembang adalah sektor industri/pabrikasi, secara khusus di KIM mengeluh terhadap kurangnya pasokan energi listrik. Soalnya, tanpa energi listrik pembangunan yang dilakukan tidak bisa jalan," kata Rizal Nurdin.Ditempat yang sama, selaku pemegang saham PT Cenergy Power, Michael Steven, mengatakan keinginannya membangun pembangkit PLTU/PLTG di KIM karena mengetahui pasokan listrik di kawasan industri tersebut masih kurang. Diakuinya, saat ini PT PLN sebagai pemasok listrik di KIM, namun karena keterbatasan PT PLN dibutuhkan pembangkit listrik tambahan di luar pembangkit yang telah ada."Tambahan tersebut sangat diperlukan mengingat terbatasnya ketersediaan tenaga listrik di KIM. Soalnya, dengan tidak tersedianya tenaga listrik dapat mengakibatkan sulitnya investor sektor riil untuk melakukan investasinya di KIM," kata Michael Steven.Atas dasar kebutuhan listrik itulah, katanya, peluang bagi pihak swasta untuk berperan serta dalampembangunan pembangkit listrik PLTU/PLTG. Untuk dapat membangun pembangkit listrik tersebut, imbuhnya, diperlukan investasi yang tak sedikit yakni sekitar US$ 250-300 juta. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads