"Kita mendapat permintaan dari asosiasi-asosiasi untuk segera menghentikan (impor sapi siap potong). Pesan itu bahkan disampaikan melalui DPR," ungkap Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti, saat ditemui di Desa Cikarang, Karawang, Jawa Barat, Minggu (27/9/2015).
β
Menurut Djarot, para pengusaha feedloter atau penggemukan sapi takut pasarnya tergerus oleh Bulog. βApalagi, daging sapi yang dijual Bulog harganya lebih murah.
"Namanya pengusaha, semakin ada kompetitor semakin tidak nyaman. Ini hukum alam," tukasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau saya teruskan tentu ada kegaduhan, ada pro-kontra. Pasar ini kan harus teduh, jangan gaduh terus. Nanti kesan di pasar ada keributan," katanya.
Dengan kondisi pasar daging sapi yang masih carut marut saat ini, situasi akan makin bertambah rumit bila Bulog ngotot melanjutkan pengadaan sapi siap potong. Apalagi harga daging sapi masih tinggi di kisaran Rp 110.000/kg. Djarot ingin menenangkan pasar terlebih dahulu.
"Kalau belum bisa menekan harga, paling tidak kita menekan keributan," tegasnya.
(hen/hen)










































