Bertemu Jokowi, Pengusaha Lapor Konsumsi Semen Naik 17%

Bertemu Jokowi, Pengusaha Lapor Konsumsi Semen Naik 17%

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 28 Sep 2015 11:52 WIB
Bertemu Jokowi, Pengusaha Lapor Konsumsi Semen Naik 17%
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kedatangan Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso dan Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk Suparni di Istana Negara.

Pengusaha semen tersebut melaporkan lonjakan konsumsi semen pada Agustus 2015 yang mencapai 6,28 juta ton. Realisasi konsumsi semen pada Agustus meningkat 17,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar 5,37 juta ton. Sedangkan secara komulatif Januari-Agustus 2015 total konsumsi naik 0,1% menjadi 37,4 juta ton semen.

"Presiden mendapatkan laporan yang cukup menggembirakan tentang naiknya konsumsi semen di Indonesia. Jadi tadi ada beberapa poin yang disampaikan, yang pertama, konsumsi semen nasional meningkat tajam, mulai Agustus 2015, jadi datanya ada lebih detil konsumsi Agustus naik 17,4% dari Agustus 2014 lalu. Kedua konsumsi semen dari Januari sampai Agustus sebanyak 37,4 juta ton atau meningkat 0,1% dari konsumsi tahun lalu," ungkap Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (28/9/2015)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sampai dengan akhir tahun, konsumsi semen diproyeksi akan meningkat drastis. Dalam laporan asosiasi, Teten mengatakan konsumsi semen akan meningkat 2% (yoy), seiring dengan perkembangan pembangunan infrastruktur oleh pemerintah.

"Perkiraan konsumsi empat bulan mendatang akan meningkat kurang lebih 4-5%, sehingga total akhir tahun konsumsi semen akan naik 2% dari tahun lalu. ini. Saya kira angka yang cukup bagus," ujarnya.

Porsi konsumsi semen, mayoritas masih untuk pembangunan perumahan dan sisanya adalah untuk pembangunan infrastruktur dan sebagian kecil untuk ekspor.

"Konsumsi semen penyerapannya 75% untuk pembangunan perumahan dan 25% untuk pembangunan infrastruktur, nah konsumsi semen ini merupakan indikator mulai bergeraknya pembangunan infrastruktur dan daya beli masyarakat mulai bergeliat," katanya.

Ia mengatakan konsumsi semen akan terus meningkat sampai akhir tahun karena banyak pembangunan infrastruktur yang mulai akan berjalan. Selain itu, belanja pemerintah daerah juga akan jalan.

"Juga penting dana desa sebesar Rp 21 triliun yang memang sudah diputuskan untuk infrastruktur desa ini akan menyerap konsumsi semen yang lebih besar," kata Teten.

(mkl/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads