Harga Beras Mulai Naik, Pemerintah Pastikan Stok Cukup

Harga Beras Mulai Naik, Pemerintah Pastikan Stok Cukup

Michael Agustinus - detikFinance
Senin, 28 Sep 2015 15:00 WIB
Harga Beras Mulai Naik, Pemerintah Pastikan Stok Cukup
Jakarta - Kementerian Perdagangan mengklaim bahwa ketersediaan beras nasional masih aman sampai saat ini, namun ada kenaikan harga beras dalam sebulan terakhir. Data Kemendag mencatat harga rata-rata beras medium nasional naik Rp 300/kg jadi Rp 10.300/kg dalam sebulan atau 3%.

Pemerintah telah memerintahkan Perum Bulog untuk melakukan operasi pasar (OP) beras agar harga kembali normal. Saat ini Bulog punya stok beras sebanyak 1,7 juta ton beras medium dan premium, di luar stok para pedagang di pasar.

"Pak Presiden kan mengatakan stok (beras) aman. Ini (stabilisasi harga) akan akan didorong terus dengan operasi pasar," kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Srie Agustina, saat ditemui di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (28/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

โ€ŽSrie menyebut kenaikan harga beras masih belum signifikan, hanya sekitar 2% dibanding Agustus lalu. Bulog pun telah melakukan operasi pasar sejak akhir pekan lalu, sehingga pihaknya yakin harga beras dapat kembali stabil.

"Yang jelas tren kenaikannya kita lihat nggak sampai 2%. Itu biasanya yang kita lakukan untuk mengembalikan harganya ke semula adalah operasi pasar. Ini sudah jalan mulai Jumat kemarin," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersikap belum akan mengimpor beras meski Wakil Presiden Jusuf Kalla telah menyatakan perlu dilakukan impor beras.

Kemarin di hadapan Jokowi, Amran mengklaim bahwa di atas kertas masih ada panen sebanyak 15 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan 9 juta ton beras di 6 provinsi penghasil utama beras.

"Di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Medan (Sumatera Utara), Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan masih ada panen. Perkiraan panen sampai Desember 15 juta ton (GKG)," kata Amran usai panen raya di Desa Cikarang, Karawang, kemarin.
โ€Ž
Amran juga mengaku bahwa pihaknya telah berupaya keras dan berhasil meningkatkan produksi beras secara signifikan. Buktinya, kata Amran, sampai hari ini kebutuhan beras nasional masih terpenuhi tanpa adanya impor. Padahal, serangan el nino sekarang lebih dahsyat dibanding 1998 dulu.

Ia membandingkan, pada 1998 Indonesia harus mengimpor 7,71 juta ton beras. Sementara saat ini belum ada impor beras. Menurutnya, itu disebabkan adanya peningkatan produksi beras yang signifikan.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads