Pemerintah telah memerintahkan Perum Bulog untuk melakukan operasi pasar (OP) beras agar harga kembali normal. Saat ini Bulog punya stok beras sebanyak 1,7 juta ton beras medium dan premium, di luar stok para pedagang di pasar.
"Pak Presiden kan mengatakan stok (beras) aman. Ini (stabilisasi harga) akan akan didorong terus dengan operasi pasar," kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Srie Agustina, saat ditemui di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (28/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang jelas tren kenaikannya kita lihat nggak sampai 2%. Itu biasanya yang kita lakukan untuk mengembalikan harganya ke semula adalah operasi pasar. Ini sudah jalan mulai Jumat kemarin," ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersikap belum akan mengimpor beras meski Wakil Presiden Jusuf Kalla telah menyatakan perlu dilakukan impor beras.
Kemarin di hadapan Jokowi, Amran mengklaim bahwa di atas kertas masih ada panen sebanyak 15 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan 9 juta ton beras di 6 provinsi penghasil utama beras.
"Di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Medan (Sumatera Utara), Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan masih ada panen. Perkiraan panen sampai Desember 15 juta ton (GKG)," kata Amran usai panen raya di Desa Cikarang, Karawang, kemarin.
โ
Amran juga mengaku bahwa pihaknya telah berupaya keras dan berhasil meningkatkan produksi beras secara signifikan. Buktinya, kata Amran, sampai hari ini kebutuhan beras nasional masih terpenuhi tanpa adanya impor. Padahal, serangan el nino sekarang lebih dahsyat dibanding 1998 dulu.
Ia membandingkan, pada 1998 Indonesia harus mengimpor 7,71 juta ton beras. Sementara saat ini belum ada impor beras. Menurutnya, itu disebabkan adanya peningkatan produksi beras yang signifikan.
(hen/hen)










































