Untuk program ini, AP II menggandeng koperasi Inkopau yang dikelola oleh TNI-AU
"Sudah tes operasi minggu lalu. Di bawah Inkopau. Sudah seminggu, sekarang baru 400 yang sudah masuk," kata Budi ditemui di Komplek Hanggar GMF, Bandara Soetta, Tanggerang, Senin (28/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau mereka mau seribu yang masuk silakan. Kalau sudah seribu ditutup pendaftaran. Yah kalau nggak mau ya nggak, kita beri kesempatan," ujar Budi.
Kewajiban bergabung dengan koperasi, menurut Budi, harus dilakukan untuk menciptakan standar layanan yang seragam antar operator taksi legal. Hingga saat ini, jumlah taksi gelap terus menurun seiring semakin rutinnya operasi penertiban oleh AP II bersama aparat TNI.
"Kalau ada koperasi, mereka bisa ngasih sandar baru. Biar sesuai sama ekspektasi kita terhadap taksinya. Kalau kita punya legitimasi seperti itu (untuk memaksa), yah nggak bisa juga. Malah nurun kok. Kalau naik lagi, kita perangin," sebutnya.
Budi menargetkan, dalam 6 bulan ke depan, semua taksi gelap di bandara sudah bisa bergabung di bawah Inkopau. Menanggapi keberatan pemilik taksi yang ditarik iuran jika bergabung ke koperasi, Budi tak mau ambil pusing.
"Kita kasih kesempatan hanya untuk yang nyari uang, kalau premannya kita nggak kasih. Yah jangan calo lah kita kasih kesempatan. Bayar preman nggak keberatan, giliran bayar ke yang resmi susah. Dalam 6 bulan harapannya semua sudah masuk ke Inkopau," tutupnya.
(feb/feb)











































