Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menanyakan soal adanya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri. Hal ini menjadi pertanyaan saat rapat terbatas (ratas) di kantor presiden, komplek Istana Negara, Jakarta.
"Kalau itu sudah pasti lah (ditanyakan). Itu bagian dari update ketika kita bertemu. Tapi tadi nggak spesifik soal itu. Tadi cuma memastikan agar kebijakan deregulasi yang dilakukan pemerintah itu benar-benar jalan lah di semua kementerian," kata Hanif, Senin (28/9/2015)
Ia mengakui sektor padat karya seperti tekstil, garmen merupakan yang paling rentan terhadap gejolak ekonomi. Namun Hanif menimbau agar para pelaku usaha tak mudah melakukan PHK kepada karyawannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hanif, yang bisa dilakukan dunia usaha adalah mengurangi jam kerja. Sedangkan pemerintah akan menyiapkan berbagai insentif yang bakal meringankan dunia usaha.
"Itu kan ada yang tadinya misalnya bekerja 40 jam, dikurangi jam kerjanya. Sambil terus beri insentif ke mereka," katanya.
(mkl/hen)










































