Pameran ini diadakan selama 4 hari selama 29 September-2 Oktober 2015. Setiap harinya dibuka mulai pukul 10.00-17.00 WIB. Pameran ini diikuti 44 perajin IKM binaan Yayasan Batik Indonesia yang berasal dari berbagai daerah.
Turut hadir dalam acara tersebut Dirjen Industri Kecil dan Menengah IKM Euis Saedah dan Ketua Yayasan Batik Indonesia Jultin Ginandjar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menperin dalam acara pembukaan tersebut mendapat hadiah spesial dari Yayasan Batik Indonesia. "Ini hadiah spesial dari Yayasan Batik Indonesia. Batik corak Jawa yang menggunakan pewarna alami indigofera. Sengaja disiapkan untuk Bapak Menteri," ujar Euis Saedah.
Saleh menerimanya dengan senang dan langsung mengenakannya. Saleh yang saat itu nengenakan batik motif rang—rang berwarna pastel pun melapisi pakaiannya dengan batik yang diberikan Yayasan Batik sambil melempar candaan.
"Kalau seperti ini, setiap mau ketemu Yayasan Batik, saya nggak akan pakai batik dulu supaya dapat hadiah," canda Saleh.
Menperin menjelaskan, sebagai warisan budaya, batik sudah dipandang sebagai identitas budaya yang kuat.
"Hal yang paling utama dalam melestarikan seni batik adalah membuat para perajin batik makin mencintai profesinya, baik perajin batik kontemporer maupun perajin batik tradisional. Caranya dengan memberi perlindungan bagi para pembatik atas hasil karya intelektualnya," jelas Saleh.
Beberapa pekan lalu, Kemenperin menggelar lomba Desai Batik Khas Teluk Tomini dalam rangka Sail Tomini 2015 di Parigi Moutong Sulawesi Tengah. Tercatat 150 peserta mengikuti acara tersebut dan penghargaan diberkan langsung oleh Presiden Joko Widodo.
(hen/hen)











































