Tolak Jadi Komut BTN, Chandra Hamzah Sedang Sreg di PLN

Tolak Jadi Komut BTN, Chandra Hamzah Sedang Sreg di PLN

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 29 Sep 2015 12:45 WIB
Tolak Jadi Komut BTN, Chandra Hamzah Sedang Sreg di PLN
Jakarta - Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra M. Hamzah menolak jadi Komisaris Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk (Persero). Ia lebih memilih tetap menjadi Komisaris Utama PT PLN (Persero), alasannya karena Chandra sedang sreg (enak di hati) dengan BUMN listrik tersebut.

"Sebenarnya dari awal begini, secara historisnya sebelum RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa) BTN, saya sudah disampaikan ke Pak Edwin Hidayat Abdullah (Deputi BUMN) saya akan dipindahkan dari PLN ke BTN untuk komisaris utama," ujar Chandra, ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Selasa (29/9/2015).

Chandra mengatakan, tawaran pemindahan komisaris utama tersebut sejak awal sudah ia tolak. Alasannya dirinya baru beberapa bulan di PLN dan hubungan dengan para komisaris PLN lainnya sedang bagus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sampaikan ke Pak Edwin, Pak saya baru beberapa bulan di PLN, sementara chemistry suasana kerja saya dengan anggota dewan komisaris lain seperti Pak Darmono, Hasan Bisri dan lainnya sedang bagus-bagusnya," ungkapnya.

Ia menambahkan, apalagi PLN saat ini punya tugas cukup berat dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni proyek listrik 35.000 megawatt (MW) dan baru berjalan.

"Sementara kita punya proyek 35.000 MW dan ini baru berjalan belum setahun. Kemudian kalau di tengah jalan diberhentikan, saya anggap ini kewenangan pemegang saham (Kementerian BUMN), sepenuhnya pemegang saham, tetapi kemudian saya diangkat menjadi Komisaris Utama, saya nggak Pak lah di sana," ungkap Chandra.

"Sebenarnya bukan itu saja (35.000 MW), saya juga tidak merasa pas di BTN, intinya begitu," tutup Chandra.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads