"Sebenarnya dari awal begini, secara historisnya sebelum RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa) BTN, saya sudah disampaikan ke Pak Edwin Hidayat Abdullah (Deputi BUMN) saya akan dipindahkan dari PLN ke BTN untuk komisaris utama," ujar Chandra, ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Selasa (29/9/2015).
Chandra mengatakan, tawaran pemindahan komisaris utama tersebut sejak awal sudah ia tolak. Alasannya dirinya baru beberapa bulan di PLN dan hubungan dengan para komisaris PLN lainnya sedang bagus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, apalagi PLN saat ini punya tugas cukup berat dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni proyek listrik 35.000 megawatt (MW) dan baru berjalan.
"Sementara kita punya proyek 35.000 MW dan ini baru berjalan belum setahun. Kemudian kalau di tengah jalan diberhentikan, saya anggap ini kewenangan pemegang saham (Kementerian BUMN), sepenuhnya pemegang saham, tetapi kemudian saya diangkat menjadi Komisaris Utama, saya nggak Pak lah di sana," ungkap Chandra.
"Sebenarnya bukan itu saja (35.000 MW), saya juga tidak merasa pas di BTN, intinya begitu," tutup Chandra.
(rrd/hen)











































