Pengiriman dilakukan dalam 3 tahap sampai akhir tahun, pengapalan pertama dilakukan pada 8 September 2015. Kemarin ada pengapalan ekspor telur ayam lanjutan.
"Kemarin, Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta memfasilitasi ekspor 33.125 butir telur tetas ke Myanmar senilai 29.750 euro," kata Kepala Sub Humas Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan), Arief Cahyono, kepada detikFinance, Rabu (30/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Telur ini telah dinyatakan bebas 16 penyakit unggas yang dipersyaratkan," tambahnya.
Ia juga menjelaskan, target ekspor telur ayam hingga total 364.362 butir telur selama 2015.
Indonesia pernah melakukan ekspor unggas ke luar negeri selama 2000-2004, namun akibat wabah flu burung kepercayaan negara pengimpor menurun.
"Mereka menghentikan impor unggas dari Indonesia dan melarang pula masuknya produk turunannya," ungkapnya.
(hen/dnl)










































