Β
"Ada 1.200 pergerakan pesawat per hari (take off dan landing). Per bulan ada 36.000," kata Direktur AirNav, Yurlis Hasibuan, dalam diskusi transportasi di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (30/9/2015).
Airnav mencatat 2 runway tersebut saat ini rata-rata melayani 72 pergerakan pesawat per jam pada saat jam padat. Saat jam sibuk, pesawat harus antre di taxiway sebelum take off, atau antre di udara untuk landing. Bila terjadi masalah sedikit saja, Yurlis memprediksi, adanya gangguan beruntun yang berujung penundaan penerbangan.
"Kelakuan pilot aneh dan bikin geger. Atau ada tabrakan di landasan antar pesawat. Kami yang duduk di sini, bisa bubar," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ke depan, pergerakan pesawat di Bandara Soetta akan diatur 60 pesawat per jam. Bila telah melebihi batas 60 pergerakan, maka Kemenhub dan AirNav akan menggeser jadwal penerbangan ke jam berikutnya.
"Saya akan ratakan, maksimum per jam 60. Berlebih akan digeser ke jadwal yang nggak golden time. Misal sekarang ada 69 pergerakan, maka 9 digeser ke waktu yang lain. Supaya merata, bandara tujuan dibuka 24 jam. Sehingga mereka harus punya instrumen landing sistem dan lampu landasan," tuturnya.
(feb/dnl)











































