"Ini ada 4.000 hektar sawah, produktivitasnya 10 ton (GKG)/hektar. Hasilnya bisa 40.000 ton (GKG). Ini menggembirakan," kata Amran sambil tersenyum saat panen raya di Desa Ngadirejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Rabu (30/9/2015).
Namun, senyum di wajahnya langsung sirna begitu ditanya soal impor beras oleh sejumlah wartawan di lokasi tersebut. Amran mengaku sudah bosan ditanya soal impor beras. "Ketemu wartawan di sana tanya impor (beras), ketemu di sini tanya impor juga," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saudaraku wartawan, sekarang harga gabah dan jagung bagus, jangan tanya lagi soal impor," tegasnya.
Sebelumnya, Perum Bulog menyatakan bahwa impor beras perlu segera dilakukan untuk memperkuat stok mereka. Meski stok beras Bulog sekarang masih 1,7 juta ton, hanya 1,1 juta ton yang merupakan beras medium dan dapat disalurkan untuk PSO (Public Service Obligation), 600.000 ton sisanya adalah beras premium yang dibeli dengan skema komersial.
(rrd/rrd)










































