Deputi Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS Sasmito Hadiwibowo mengatakan, dalamβ lebaran Idul Adha harga jual sapi di peternak sebenarnya naik. Namun kemudian dipotong dan dibagikan gratis kepada banyak orang.
Hal ini membuat, daging yang dijual di pasar terpaksa diturunkan. Termasuk juga untuk daging ayam ras, agar tetap dibeli oleh konsumen pedagang menurunkan harga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping itu juga terhadap harga beras. BPS mencatat rata-rata βandil inflasi sebesar 0,08%. Perubahan kenaikan harga yang terjadi adalah 2,04%. Sasmito menyatakan, kalau saja pemerintah tidak menyalurkan beras untuk keluarga sejahtera (rastra), maka inflasi beras jauh lebih tinggi.
"Rastra itu sudah disalurkan kan. Bulan September itu diberikan selama dua kali, kalau itu tidak dikasih bisa melonjak inflasi September," jelasnya.
Meski demikian, Sasmito juga tidak menutup adanya dampak perlambatan ekonomi yang terjadi sejak awal tahun. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) juga marak terjadi dan mengakibatkan permintaan terus menurun.
"Sebetulnya ekonomi tumbuh, cuma tak secepat sebelumnya, tapi melanda seluruh dunia. Itu dampak global. Kita nggak kebal. Seperti pengalaman 1998 dan 2008. Itu kita pasti kena. Itu kalau saya lebih melihat inflasi dikhawatirkan tinggi," kata Sasmito.
"βTapi ini deflasi bukan cuma karena perlambatan. Demand tetap ada sebenarnya. Meski tidak sebesar tahun lalu. Misalnya karena PHK, tapi kan ada juga lapangan pekerjaan baru. Komunikasi presiden dengan mengundang pedagang ke Istana, itu harusnya diapresiasi sebagai upaya menjaga harga pangan," tukasnya.
(mkl/rrd)










































