Idul Adha dan Pembagian Rasta Dorong Deflasi September 0,05%

Idul Adha dan Pembagian Rasta Dorong Deflasi September 0,05%

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 01 Okt 2015 15:01 WIB
Idul Adha dan Pembagian Rasta Dorong Deflasi September 0,05%
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selain akibat perlambatan ekonomi, adanya peringatan lebaran Idul Adha dan pembagian beras untuk keluarga sejahtera (rasta) membuat September 2015 mengalami deflasi 0,05%.

Deputi Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS Sasmito Hadiwibowo mengatakan, dalamβ€Ž lebaran Idul Adha harga jual sapi di peternak sebenarnya naik. Namun kemudian dipotong dan dibagikan gratis kepada banyak orang.

Hal ini membuat, daging yang dijual di pasar terpaksa diturunkan. Termasuk juga untuk daging ayam ras, agar tetap dibeli oleh konsumen pedagang menurunkan harga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€Ž"Idul Adha itu malah akhirnya menurunkan, memang di tingkat produsen, mereka membeli sapi peternak jual mahal dan tapi karena yang dipotong banyak dan dibagikan gratis, maka harga daging sapi, ayam jadi harganya turun," ungkapnya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (1/10/2015).

Di samping itu juga terhadap harga beras. BPS mencatat rata-rata β€Žandil inflasi sebesar 0,08%. Perubahan kenaikan harga yang terjadi adalah 2,04%. Sasmito menyatakan, kalau saja pemerintah tidak menyalurkan beras untuk keluarga sejahtera (rastra), maka inflasi beras jauh lebih tinggi.

"Rastra itu sudah disalurkan kan. Bulan September itu diberikan selama dua kali, kalau itu tidak dikasih bisa melonjak inflasi September," jelasnya.

Meski demikian, Sasmito juga tidak menutup adanya dampak perlambatan ekonomi yang terjadi sejak awal tahun. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) juga marak terjadi dan mengakibatkan permintaan terus menurun.

"Sebetulnya ekonomi tumbuh, cuma tak secepat sebelumnya, tapi melanda seluruh dunia. Itu dampak global. Kita nggak kebal. Seperti pengalaman 1998 dan 2008. Itu kita pasti kena. Itu kalau saya lebih melihat inflasi dikhawatirkan tinggi," kata Sasmito.

"β€ŽTapi ini deflasi bukan cuma karena perlambatan. Demand tetap ada sebenarnya. Meski tidak sebesar tahun lalu. Misalnya karena PHK, tapi kan ada juga lapangan pekerjaan baru. Komunikasi presiden dengan mengundang pedagang ke Istana, itu harusnya diapresiasi sebagai upaya menjaga harga pangan," tukasnya.

(mkl/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads