Jepang Kecewa China Garap Kereta Cepat, Sofyan Djalil Tawarkan Investasi Lain

Jepang Kecewa China Garap Kereta Cepat, Sofyan Djalil Tawarkan Investasi Lain

Angga Aliya - detikFinance
Kamis, 01 Okt 2015 17:25 WIB
Jepang Kecewa China Garap Kereta Cepat, Sofyan Djalil Tawarkan Investasi Lain
Kereta cepat buatan China saat pameran di Jakarta (Foto: Feby/detikFinance)
Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Sofyan Djalil baru saja pulang dari Jepang usai menjalankan misi diplomasi. Kunjungan ini seiring dengan kecewanya Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe.

Abe kecewa karena pemerintah Indonesia memilih China untuk menggarap jaringan kereta cepat (high-speed railways/HSR) Jakarta-Bandung. Sofyan pun mencoba menawarkan investasi sektor lain kepada Jepang.

"Secara umum tentu pihak Jepang kecewa, tapi kecewa itu mereka menyadari juga bahwa ini adalah keputusan Pemerintah Indonesia, dan kita katakan bukan masalah kita lebih ke China daripada Jepang, tetapi bisnis modelnya," katanya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta proyek HSR dikerjakan tanpa memakai uang negara dan tidak ada jaminan dari pemerintah. Pihak Jepang tidak bisa menyanggupi hal tersebut, sementara China mengaku siap.

Sofyan bertemu banyak pihak di Jepang, tak hanya dengan Abe saja. Ia juga sempat bertemu dengan Penasehat Khusus PM Jepang Hiroto Izumi yang sebelumnya pernah bertamu ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal kereta cepat. Selain itu ada juga Direktur Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Japan Bank for International Cooperation (JBIC).

"Saya bertemu dengan JBIC, JICA, menjelaskan bahwa kesempatan proyek-proyek infrastruktur dan pembiayaan yang kita harapkan dipinjamkan dari mereka. Karena kepentingan Jepang di Indonesia dan Indonesia ke Jepang jauh lebih luas daripada sekitar kereta cepat," ujarnya.

(ang/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads