Selain Indonesia, Malaysia Hingga China Punya Batik

Hari Batik Nasional

Selain Indonesia, Malaysia Hingga China Punya Batik

Lani Pujiastuti - detikFinance
Jumat, 02 Okt 2015 12:55 WIB
Selain Indonesia, Malaysia Hingga China Punya Batik
Jakarta - Kekayaan corak yang erat dengan budaya masyarakat lokal dan nilai sejarah membuat batik dikukuhkan sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO.

Batik telah menjadi identitas yang melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia sehari-hari. Paling tidak pengukuhan tersebut membuat Indonesia tidak lagi khawatir batiknya akan diklaim negara lain.

Indonesia memang bukan negara pemilik batik satu-satunya di dunia. Negara tetangga Malaysia pun punya batik. Kekayaan motif batik dari seluruh penjuru tanah air sejak berabad lalu, tidak dipungkiri menginspirasi corak batik di negara lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Batik Malaysia itu memang sulit dibedakan sama kita. Saya akui itu," ungkap Hartono Sumarsono, kolektor batik yang juga pendiri Batik Kencana Ungu dan Batik Citra Lawas, kepada detikFinance pekan lalu.

Malaysia punya batik bercorak floral atau tanaman bunga. Akulturasi budaya menjadi penyebab adanya kesamaan batik Indonesia dengan Malaysia.

"Mereka punya batik corak-corak floral atau bunga. Saya telusuri penyebabnya itu di tahun 1970-an banyak orang Pekalongan pindah ke Malaysia. Ponorogo juga banyak pindah ke sana. Ada faktor itu yang membawa akulturasi budaya," ungkap Hartono.

Hartono menjelaskan, memang tidak semua akulturasi budaya lantas membuat batik ikut ‘pindah’. Saat ada serbuan batik China, coraknya dianggap mirip dengan yang ada di Indonesia. Hartono tidak sepakat akan hal tersebut. Pengalamannya berkunjung ke China melihat-lihat batik menunjukkan batik China jauh berbeda dari Indonesia.

“Kalau dengan China, batik kita beda sekali. Di sana itu hanya ada di wilayah Yunan. Biru-putih begitu aja. Coraknya beda jauh. Cuma caranya aja yang pake lilin. Batik di China nggak berkembang seperti Indonesia," jelas Hartono.

Batik Indonesia merupakan yang paling berkembang. "Di antara negara-negara lain, yang paling berkembang adalah di Indonesia," tambahnya.

Batik Indonesia tidak hanya khas karena coraknya tetapi juga teknik dan alat yang dipakai. "Selain corak, yang membuat batik Indonesia khas, yaitu teknik membatik menggunakan canting dan pewarnaan menggunakan lilin. Kita punya beragam canting, sedangkan tidak semua negara yang punya batik, bikin pakai canting. Pewarnaan juga ngga semua pakai lilin," ujarnya.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads