Investor asing Taiwan ini sudah mulai berusaha di Indonesia sejak 1992, dan berani meningkatkan kapasitas produksinya di Indonesia. Pou Yuen Indonesia membuat pabrik baru lagi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang tahun ini saja sudah mulai menyerap 3.000 tenaga kerja. Dalam 4 tahun ke depan, penyerapan tenaga kerja akan meningkat hingga 15.000 orang.
Mereka menyebutm iklim usaha di Indonesia masih bagus dan menjanjikan, di tengah lesunya perekonomian dunia. Menurut mereka, investasi di Indonesia masih lebih menjanjikan daripada di Myanmar, Kamboja, Laos, bahkan Vietnam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tee mengungkapkan, pihaknya memilih untuk membangun βpabrik di Cianjur karena infrastruktur di daerah ini sudah bagus. jJarak ke Pelabuhan Tanjung Priok atau Cikarang Dry Port pun tidak terlalu jauh, sehingga pengiriman bahan baku ke pabrik dan sepatu untuk diekspor tidak sulit. "Infrastruktur menjadi pertimbangan utama, dekat dengan pelabuhan, ekspor dan impor bahan baku mudah," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menuturkan, realisasi pembangunan pabrik sepatu Pou Yuen Indonesia ini tak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Cianjur, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang membuat kebijakan kondusif untuk investasi.
"Kalau kebijakan kepala daerah selalu bertentangan dengan investasi, tentu (kesempatan investasi) tidak akan diambil (investor), meski banyak tenaga kerja dan infrastruktur yang tersedia," Franky menambahkan.
Franky pun memuji Pou Yuen Indonesia sebagai investor, yang setia karena rajin berinvestasi di Indonesia. Bahkan pada masa sulit seperti ini, ketika banyak perusahaan sejenis melakukan PHK, Pou Yuen Indonesia justru sebaliknya, merekrut banyak tenaga kerja baru. Total tenaga kerja yang telah dipekerjakan oleh perusahaan ini di Indonesia telah mencapai 200.000 orang.
"Kita perlu memberi apresiasi karena mereka setia berinvestasi, tidak sedikit investor padat karya yang bertahan sampai masa-masa sulit seperti saat ini. Kedua, mereka telah mempekerjajan 200 ribu dan terus tumbuh.β Di satu sisi kita lihat industri sejenis mengurangi tenaga kerja tapi ada juga yang merekrut dalam jumlah besar," pungkasnya.
Sebagai informasi, PT Pou Yuen Indonesia membangun pabrik sepatu di Cianjur tahun ini. Pabrik seluas 58,5 hektar milik nvestor asing asal Taiwan ini bakal memiliki kapasitas produksi sepatu olahraga, hingga 10 juta pasang/tahun yang seluruhnya untuk pasar ekspor.
Total nilai investasinya sampai 2019 bakal mencapai US$ 36 juta, sampai saat ini sudah terealisasi US$ 26 juta atau sekitar Rp 325 miliar. Tenaga kerja yang akan diserap setiap tahunnya 3.000 orang, dan hingga selesainya konstruksi pada 2019 akan menyerap 15.000 orang tenaga kerja.
Pabrik sepatu ini akan memasok sepatu untuk sejumlah merek ternama seperti Adidas, Nike, Converse, dan sebagainya. Diperkirakan total nilai ekspornya bisa mencapai US$ 100 juta per tahun.
(dnl/dnl)











































