Hal ini dilakukan dalam rangka penghematan anggaran di tengah krisis ekonomi yang melanda Brasil. Seperti dikutip dari CNBC, Minggu (4/10/2015), jumlah menteri di kabinet Rousseff akan dikurangi dari 39 menjadi 31.
Gaji Wakil Presiden Brasil Michel Temer bersama para menterinya itu juga dipangkas. Rousseff berharap bisa mengembalikan kepercayaan warganya setelah salah satu partai koalisinya, yaitu Partai Buruh terlibat dalam skandal suap dengan Petrobras, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Brasil yang bergerak di industri minyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah gajinya dipotong, Rousseff hanya akan menerima US$ 90.000 (Rp 1,26 miliar) atau sekitar Rp 105 juta per bulan. Pemangkasan gaji juga dilakukan oleh para presiden di negara sekitar, seperti Presiden Bolivia Evo Morales yang memangkas 50% gajinya setelah menjabat di 2006.
(ang/ang)











































