Krisis Ekonomi, Presiden Brasil Potong Gajinya Sendiri

Krisis Ekonomi, Presiden Brasil Potong Gajinya Sendiri

Angga Aliya - detikFinance
Minggu, 04 Okt 2015 11:44 WIB
Krisis Ekonomi, Presiden Brasil Potong Gajinya Sendiri
Foto: Reuters
Jakarta - Presiden Brasil Dilma Rousseff berniat memangkas gajinya sendiri sebesar 10%. Pemotongan gaji ini juga berlaku untuk wakil presiden dan para menteri di kabinetnya.

Hal ini dilakukan dalam rangka penghematan anggaran di tengah krisis ekonomi yang melanda Brasil. Seperti dikutip dari CNBC, Minggu (4/10/2015), jumlah menteri di kabinet Rousseff akan dikurangi dari 39 menjadi 31.

Gaji Wakil Presiden Brasil Michel Temer bersama para menterinya itu juga dipangkas. Rousseff berharap bisa mengembalikan kepercayaan warganya setelah salah satu partai koalisinya, yaitu Partai Buruh terlibat dalam skandal suap dengan Petrobras, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Brasil yang bergerak di industri minyak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para ekonomi menilai langkah pemotongan gaji ini hanya berimbas simbolis saja tanpa banyak membantu penghematan anggaran negara. Sebab, defisit anggaran Brasil sudah membengkak dalam beberapa tahun terakhir.

Setelah gajinya dipotong, Rousseff hanya akan menerima US$ 90.000 (Rp 1,26 miliar) atau sekitar Rp 105 juta per bulan. Pemangkasan gaji juga dilakukan oleh para presiden di negara sekitar, seperti Presiden Bolivia Evo Morales yang memangkas 50% gajinya setelah menjabat di 2006.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads