Saat ini separuh lebih waduk/bendungan di Indonesia mengalami sedimentasi atau pendangkalan, akibat endapan lumpur, sehingga membuat bendungan tersebut berada dalam kondisi kritis. Jumlah waduk di Indonesia saat ini hampir mencapai 200 waduk dengan berbagai ukuran.
Direktur Jenderal Sumberdaya Air (SDA) Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, Mudjiadi mengungkapkan, dari jumlah itu, ada sedikitnya 98 bendungan yang tersebar di seluruh Indonesia mengalami sedimentasi cukup parah sehingga kondisinya kritis.
"Jumlah bendungan yang sudah mengalami pendangkalan ada sekitar 98 bendungan atau lebih dari separuh bendungan yang ada (yang dikelola Kementerian PUPR)," ujar Mudjiadi kepada detikFinance, pekan lalu.
Jumlah Bendungan yang dikelola menurut kriteria Permen PUPR No. 27/PRT/M/2015 ada 178 bendungan. Sebanyak 55% dalam kondisi kritis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebabnya karena kondisi alami, hingga berbagai faktor yang diakibatkan oleh tangan manusia yang tak bertanggung jawab merusak lingkungan, sehingga membuat proses pendangkalan terjadi lebih cepat dari seharusnya.
Dari kacamata teknik, bendungan didesain memilki usia layanan yakni 30-50 tahun. Secara alami, bendungan tersebut akan 'mati' setelah masa layanannya habis.
"Usia layan bendungan rata-rata adalah 30-50 tahun," jelasnya. (hen/dnl)











































