Waduk Bisa Panjang Umur Bila Dikeruk, Tapi Ada Kendalanya

Waduk Bisa Panjang Umur Bila Dikeruk, Tapi Ada Kendalanya

Dana Aditiasari - detikFinance
Senin, 05 Okt 2015 09:24 WIB
Waduk Bisa Panjang Umur Bila Dikeruk, Tapi Ada Kendalanya
Jakarta - Usia waduk sebenarnya bisa diperpanjang dengan berbagai upaya normalisasi seperti pengerukan. Namun demikian, ada sejumlah kendala yang membuat kegiatan pengerukan endapan lumpur yang menyebabkan sedimentasi atau pendangkalan tak mudah untuk dilakukan.

Direktur Jenderal Sumberdaya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mudjiadi menyebut, kendala pertama adalah anggaran.

"Salah satu masalah adalah faktor penganggaran yang belum merupakan prioritas. Selama ini anggaran pengerukan sedimen belum disiapkan secara prioritas pada kegiatan operasi dan pemeliharaan bendungan beserta waduknya," kata Mudjiadi, kepada detikFinance, pekan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun biaya untuk melakukan pengerukan, kata Mudjiadi, cukup besar dan berbeda-beda antar satu bendungan dengan bendungan lainnya, bergantung pada luasan, kedalaman, dan jarak angkut lumpur endapan atau sedimentasi.

Kendala lainnya, lanjut dia, adalah lokasi yang digunakan untuk membuang lumpur endapan dari kegiatan pengerukan itu sendiri. "Dalam pelaksanaan pengerukan lokasi buangan sedimen tidak tersedia di seputar lokasi waduk," sambung dia.

Untuk itu, perlu dilakukan koordinasi antara berbagai pihak di pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk mempermudah perizinan penggunaan lahan yang akan digunakan sebagai tempat menaruh lumpur atau tanah hasil pengerukan.

"Perlu dilakukan koordinasi dan kerjasama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah terkait dengan perizinan penggunaan lahan untuk disposal area dan pemanfaatan material disposal," papr dia.

"Kebijakan mengenai AMDAL (Analisis Dampak Lingkungan) juga harus diperhatikan khususnya jika volume pengerukan diatas 500.000 meter kubik," sambungnya.

Selain kendala, dalam proses pengerukan juga akan ditemui tantangan yang berat terutama dalam pelaksanaan pengerukan itu sendiri. Kegiatan pengerukan harus sangat hati-hati agar tidak mengakibatkan kebocoran.

"Pengerukan sedimentasi dapat dilakukan akan tetapi perlu dengan kehati-hatian agar pada saat pelaksanaan pengerukan tidak sampai pada eleveasi (ketinggian) tanah aslim ataupun pada kaki tubuh bendungan yang dapat menyebabkan terjadinya kebocoran," pungkas dia.β€Ž

(dna/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads