Bahkan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani mengatakan, hal tersebut bisa dilihat dari banyaknya orang yang mencairkan Dana Jaminan Hari Tua (JHT) di BPJS Ketenagakerjaan.
"Situasi kita sangat berat. Sampai 28 September 2015, yang mencairkan JHT ada 724.000 orang. Dengan rincian 514.000 pada Januari-Agustus dan 210.000 orang pada September. Ini indikator yang mencairkan JHT sudah berhenti bekerja," ujar Haryadi dalam diskusi di Shangri La Hotel, Jakarta, Senin (22/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gambaran tersebut, menurutnya sebagai kondisi serius yang harus cepat disikapi pemerintah.
"Bagi saya ini sudah lampu merah," katanya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, pemerintah saat ini sedang merumuskan paket kebijakan ke 3 yang diklaim lebih tajam dibanding 2 paket kebijakan sebelumnya. Salah satunya adalah kebijakan untuk menghalau laju PHK.
Caranya adalah dengan memberikan Kredit berbunga rendah bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang hampir bangkrut karena kehabisan modal. Masing-masing UKM Akan menerima kredit usaha dengan plafon sekitar Rp 40-50 miliar per dunia usaha.
(dna/hen)











































