Dalam acara tersebut, Jokowi menyempatkan diri untuk berdialog dengan para investor di industri padat karya. Para pengusaha meminta Jokowi memberikan kepastian soal penetapan upah.
Sebab, saat ini kenaikan upah tidak bisa diprediksi oleh para pengusaha. Setiap tahun pembahasan upah minimum provinsi (UMP) selalu menuai keributan antara buruh dan pengusaha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, pengusaha menginginkan penetapan upah dilakukan sekaligus misalnya untuk 5 tahun. Dengan begitu, kenaikan upah per tahun bisa diprediksi, kegaduhan pembahasan upah minimum yang menjadi siklus tahunan pun bisa dihindari.
"Yang penting ada kepastian, tapi bukan berarti tidak naik, naiknya bisa dihitung," kata pemilik PT Adis Dimension Footwear, Harijanto, usai kunjungan Jokowi ke pabriknya di Balaraja, Tangerang, Senin (5/10/2015).
Dia juga meminta agar kenaikan upah tidak ditetapkan hanya berdasarkan inflasi. Harus diperhitungkan pula apakah ada kenaikan produktivitas pekerja, upah minimum di negara tetangga pun harus masuk pertimbangan.
"Yang jelas (kenaikan berdasarkan) inflasi, produktivitas, sudah diperhitungkan. Jadi kenaikan bukan hanya berdasar inflasi, tapi juga kompetisi dengan dunia luar. Yang penting competitiveness," ucapnya.
Jokowi pun berjanji akan segera menerbitkan formulasi baru untuk penetapan upah minimum. Formulasi baru yang tengah digodok pemerintah bakal diumumkan pertengahan Oktober ini. Formulasi baru ini, kata Jokowi, memberi kepastian baik bagi pengusaha maupun buruh.
"Terkait pengupahan, saya tahu perusahaan ingin kalkulasi yang pasti, kepastian itu yang ditunggu investor, akan segera diselesaikan Menaker (Hanif Dhakiri). Kira-kira pertengahan bulan ini sudah bisa diselesaikan," jawab Jokowi.
(ang/ang)










































