Demikianlah diungkapkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menyampaikan hasil rapat di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (5/10/2015)
"Paket ekonomi ini sekali lagi berkaitan dengan bagaimana antisipasi pemerintah untuk membuat dunia usaha semakin friendly bagi investor tetapi juga memberikan proteksi bagi para pelaku dunia usaha. Mudah-mudahan Kamis akan kami umumkan," jelas Pramono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sektor yang selama ini sangat memberikan kesan kerumitan bagi siapapun. Nanti akan dipermudah dan mudah-mudahan sekarang sedang dihitung, angkanya itu benar-benar signifikan untuk proses penyelesaian proses perizinan," paparnya.
Sedangkan dalam persoalan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), masih perlu dilakukan perhitungan lebih lanjut. Termasuk juga dalam penghitungan harga listrik dan gas.
"Sebagai pemegang saham mayoritas melalui Meneg BUMN, Presiden ingin penghitungan itu dilakukan dengan baik ketika rakyat membutuhkan. Maka dipersilakan kepada BUMN untuk menghitung. Jadi sama sekali tidak ada upaya untuk intervensi. Nah nanti bagaimana hasilnya, dipersilakan pada Pertamina, PLN, untuk mereka yang menyampaikan," terang Pramono.
(mkl/hen)











































