Saleh dalam pembukaan acara tersebut disuguhi penampilan tarian tradisional Sriwijaya serta dikalungi kain jumputan Sriwijaya. Model-model pun turut meramaikan acara pembukaan unjuk koleksi pakaian tradisional Sumatera Selatan (Sumsel). Salah satu desainer menampilkan koleksi kain songket dan perhiasan kuno dari Kerajaan Sriwijaya.
"Kebetulan istri saya orang Palembang, jadi mengingatkan. Kuliner, fashion, dan kerajinan di Sumsel berkontribusi terhadap sektor industri kreatif. Peserta pameran saya harap terus berkreasi dan memproduksi produk baru sehingga bisa bersaing di pasar. Kemenperin akan bantu dengan peningkatan kompetensi perajin, meningkatkan kapasitas produksi IKM, menguatkan standar, serta melindungi karya dengan HTI," kata Saleh Husin dalam sambutannya, di Kantor Kemenperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (6/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ingin memasarkan produk IKM Sumatera Selatan dari kerajinan, kain, pakaian, hingga makanan. Para perajin ingin dapat harga dan pasar yang semestinya, perajin butuh proteksi harga dan pemasarannya. Kalau rapat, mestinya bukan bakery yang dipesan impor dari Palembang, tapi harusnya ubi, kacang, dan makanan tradisional," jelas Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, Mukti Sulaiman.
Pameran yang digelar selama 3 hari ini dapat dikunjungi masyarakat umum pukul 09.00-17-00 WIB. Pameran ini nengikutsertakan 46 IKM binaan Dinas Perindustrian Sumatera Selatan. Produk Kain songket, kerajinan kayu, anyaman, jumputan hingga makanan seperti empek—empek khas Sumatera Selatan.
(rrd/rrd)











































