"PMN untuk Bulog tahun depan diusulkan Rp 2 triliun. Ini untuk perbaikan infrastruktur, terutama infrastruktur untuk pasca panen dan gudang terintegrasi," kata Dirut Perum Bulog, Djarot Kusumayakti, saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/10/2015).
Djarot membeberkan, salah satu infrastruktur baru yang ingin dibangun Bulog dengan suntikan modal sebesar Rp 2 triliun tersebut adalah kulkas 'raksasa' alias cold storage untuk menyimpan berbagai komoditas pangan, misalnya daging sapi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ingin modernisasi gudang, bikin gudang terintegrasi, cold storage sebanyak 10 unit dengan total kapasitas 7.000 ton," tutur Djarot.
Selain itu, Bulog ingin membangun 50 drying center untuk meningkatkan kualitas gabah yang dibeli dari petani. Saat ini, Bulog mengeringkan gabah dari petani dengan lantai jemur, sehingga kadar air gabah masih cukup tinggi. Dengan drying center, kadar air gabah bisa ditekan lebih rendah lagi sehingga dapat disimpan lebih lama.
"Pengadaan 50 drying center ini untuk perbaikan kualitas gabah. Sekarang kadar air gabah masih tinggi terutama ketika panen di musim rendeng (musim hujan, Oktober-Maret)," tutupnya.
(rrd/rrd)











































