Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Sofyan Djalil menyebutkan, seperti Korsel, negeri K-Pop tersebut memangkas setidaknya 50% regulasi dalam kurun waktu 3 tahun. Diikuti dengan menciptakan rencana yang matang.
"Korea Selatan lihat sekarang menjadi negara maju, awalnya dari reformasi regulasi," ungkapβ Sofyan di kantornya, Jakarta, Selasa (6/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebanyak 50% regulasi yang dipangkas," tegasnya.
Hasilnya, kata Sofyan, Korsel mampu membuat pengurangan beban masyarakat senilai 18,7 triliun won atau setara US$ 15,6 miliar atau 4,4% dari PDB tahun 1997. Efisiensi anggaran negara sebesar 590 miliar won dan peningkatan investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) US$ 36.500 miliar.
"Selain itu juga terbukanya lapangan kerja 1.066.200 orang," sebut Sofyan.
Sofyan menambahkan, bila ukuran dari negara maju adalah banyaknya jumlah regulasi, maka Indonesia sudah berada diurutan terdepan. Akan tetapi teori menyebutkan bahwa semakin banyak regulasi justru memperumit negara.
β"Kalau cuma karena undang-undang bisa menyelesaikan masalah dan membuat negara maju, maka sekarang saya akan bilang ke presiden bahwa Indonesia negara maju. Karena kita punya banyak sekali regulasi," tukasnya.
(mkl/rrd)











































