Sofyan Djalil: Korsel Jadi Negara Maju Karena Pangkas Regulasi

Sofyan Djalil: Korsel Jadi Negara Maju Karena Pangkas Regulasi

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 06 Okt 2015 15:22 WIB
Sofyan Djalil: Korsel Jadi Negara Maju Karena Pangkas Regulasi
Jakarta - Banyak negara maju di dunia ini berawal dari perbaikan regulasi. Sebut saja seperti Jepang, China, Vietnam, Malaysia, dan Korea Selatan (Korsel) yang dinilai meraih hasilnya sampai sekarang.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Sofyan Djalil menyebutkan, seperti Korsel, negeri K-Pop tersebut memangkas setidaknya 50% regulasi dalam kurun waktu 3 tahun. Diikuti dengan menciptakan rencana yang matang.

"Korea Selatan lihat sekarang menjadi negara maju, awalnya dari reformasi regulasi," ungkapβ€Ž Sofyan di kantornya, Jakarta, Selasa (6/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proses reformasi tersebut tentunya tidak mudah. Namun ada dukungan politik yang kuat dari Presiden dengan memberikan instruksi kepada semua institusi jajarannya untuk melakukan pemotongan sebanyak 50% dari semua regulasi.

"Sebanyak 50% regulasi yang dipangkas," tegasnya.

Hasilnya, kata Sofyan, Korsel mampu membuat pengurangan beban masyarakat senilai 18,7 triliun won atau setara US$ 15,6 miliar atau 4,4% dari PDB tahun 1997. Efisiensi anggaran negara sebesar 590 miliar won dan peningkatan investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) US$ 36.500 miliar.

"Selain itu juga terbukanya lapangan kerja 1.066.200 orang," sebut Sofyan.

Sofyan menambahkan, bila ukuran dari negara maju adalah banyaknya jumlah regulasi, maka Indonesia sudah berada diurutan terdepan. Akan tetapi teori menyebutkan bahwa semakin banyak regulasi justru memperumit negara.

β€Ž"Kalau cuma karena undang-undang bisa menyelesaikan masalah dan membuat negara maju, maka sekarang saya akan bilang ke presiden bahwa Indonesia negara maju. Karena kita punya banyak sekali regulasi," tukasnya.

(mkl/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads