Alasannya, Gaikindo mencatat adanya dampak dari perlambatan ekonomi hingga regulasi pembiayaan terhadap penjualan mobil.
"Target 1,6 juta unit nggak bisa kita penuhi," kata Sekjen Gaikindo Noegardjito saat diskusi Invest ASEAN 2015, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (6/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk pasar domestik, Gaikindo memproyeksikan penjualan mobil tahun 2015 berkisar 950.000 sampai 1.000.000 unit. Angka ini sudah direvisi dari target sebelumnya sebesar 1.100.000 sampai 1.200.000 unit.
Noegardjito menyebutkan, 3 penyebab turunnya angka produksi dan penjualan.
"Pertama kenaikan BBM, bunga bank tinggi, terus down payment tinggi," ujarnya.
Meski penjualan meredup, industri otomotif nasional belum berencana melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan perumahan karyawan.
"Belum ada PHK. Pokoknya jangan sampai ada PHK," ujarnya.
(feb/drk)











































