Modernisasi Layanan, Airnav Gandeng Konsultan AS Rp 32 Miliar

Modernisasi Layanan, Airnav Gandeng Konsultan AS Rp 32 Miliar

Lani Pujiastuti - detikFinance
Selasa, 06 Okt 2015 16:57 WIB
Modernisasi Layanan, Airnav Gandeng Konsultan AS Rp 32 Miliar
Jakarta - Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau dikenal dengan Airnav Indonesia menggandeng konsultan penerbangan Amerika Serikat, The Mitre Corporation untuk Modernisasi Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (IMANS).

Airnav menandatangani perjanjian kerjasama dengan The Mitre Corporation di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (6/10/2015). Penandatanganan kontrak senilai US$ 2,3 juta ini dilakukan oleh Direktur Utama Airnav Indonesia, Bambang Tjahjono dan International Director of The Mitre Corporation, Gregg A Leone serta disaksikan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan Duta Besar AS untuk Indonesia, Robert Blake.

"Mitre merupakan konsultan penerbangan dari AS. Total nilai kontrak kita yaitu US$ 2,3 juta. Kerjasama ini untuk mendukung tugas Airnav yang berkewajiban untuk menyelenggarakan layanan penerbangan yang teratur, lancar, tidak delay, tidak tabrakan tentu perlu peralatan memadai," ungkap Wisnu Darjono, Direktur Operasi Airnav ditemui di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (6/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Darjono menjelaskan Mitre Corporation akan berperan memberi konsultansi supaya layanan penerbangan semakin modern.

"Melalui kerjasama dengan Mitre dan program IMANS, kami ingin dapat meningkatkan kualitas layanan navigasi penerbangan yang sekaligus meningkatkan keselamatan, keamanan dan efisiensi dunia penerbangan nasional," jelas Wisnu.

Dengan modernisasi alat navigasi penerbangan, Wisnu mengatakan, Airnav ingin meningkatkan kapasitas udara bisa menampung lebih banyak penerbangan dengan tingkat keselamatan yang baik setara dengan negara tetangga.

"Ini merupakan tahap awal. Nantinya akan diikuti dengan modernisasi alat—alat. Kerja sama ini untuk untuk kajian di seluruh Indunesia yaitu di FIR Jakarta dan Makassar," tambah Wisnu.

Wisnu mengatakan, Airnav ingin membuktikan layanan navigasi penerbangan tidak akan terus bergantung dari asing.

"Salah satunya untuk memperbaiki layanan nabigasi yang sudah menjadi tanggung jawab Airnav Indonesia. Kita membuktikan kepada dunia kita mampu melakukannya sendiri. Sifat pekerjaan ini sangat spesifik. Kita gandeng Mitre Corporation karena pengalamannya sudah terbukti di India dan beberapa negara lain jalur internasional yang padat," ujar Wisnu.

Langkah ini ditempuh, lanjut Wisnu, seiring pertumbuhan layanan udara 10-12% tiap tahun dan memerlukan keahlian tersendiri.

Peran penting Airnav nantinya menjadi mitra mengkaji peralatan dan fasilitas yang perlu dibangun oleh Airnav.

"Perlu dikaji peralatan dan fasilitas sistem yang efektif dan efisien dalam rangka meningkatkan fasilitas keselamatan penerbangan. Kerjasama dengan Mitre Corporation dengan program IMANS bisa meningkatkan layanan keselamatan penerbangan sehingga lebih modern berkembang," pungkas Wisnu.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads