"Defisit 2,1% setara dengan Rp 272,2 triliun, dengan sumber pembiayaan utang dan non utang. Pembiayaan utang sebesar Rp 329,9 triliun dan non utang Rp 57,7 triliun," ungkap Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/10/2015).
Bambang mengatakan, nanti juga akan diterbitkan Surat Berharga Negara (SBN) Rp 326,2 triliun dengan asumsi nilai tukar Rp 13.900/US$.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, untuk penarikan pinjaman luar negeri (bruto) adalah Rp 75,1 triliun, meliputi pinjaman program Rp 36,8 triliun dan pinjaman proyek sebesar Rp 38,2 triliun. Selanjutnya adalah pinjaman dalam negeri Rp 3,2 triliun.
"Artinya untuk 2016 pemerintah masih mengandalkan sumber pembiayaan utang untuk belanja negara," kata Bambang.
(mkl/rrd)











































