Lembaga internasional itu memprediksi ekonomi dunia hanya tumbuh 3,1%, lebih rendah dari prediksi sebelumnya 3,3%.
Banyak pihak menyalahkan China atas perlambatan kali ini, termasuk IMF. Selain itu, ada juga pengaruh turunnya harga komoditas global dan simpang siur naiknya suku bunga The Federal Reserve (The Fed).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IMF juga menyinggung adanya volatilitas pasar pada Agustus kemarin gara-gara China sengaja melemahkan nilai tukar yuan dengan sengaja. Langkah ini yang memicu banyaknya ketidakpastian.
Selain itu, ketidakstabilan politik di beberapa negara juga memicu hal yang sama. Meski tahun ini melambat, IMF memprediksi ekonomi dunia bisa mulai pulih tahun depan dengan pertumbuhan 3,6%.
Prediksi pertumbuhan ekonomi untuk negara-negara berkembang juga diperkirakan masih lambat. Negara-negara ini akan tumbuh lambat dibandingkan biasanya dalam lima tahun ke depan.
"Untuk kelompok negara ini, yang sekarang merepresentasikan lebih dari setengah pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi hanya akan tumbuh 4%, lebih rendah dari prediksi sebelumnya 4,6%," ujarnya.
(ang/ang)
