Kapal Asing Terus Digiring Sandar ke Teluk Lamong

Kapal Asing Terus Digiring Sandar ke Teluk Lamong

Imam Wahyudiyanta - detikFinance
Rabu, 07 Okt 2015 16:26 WIB
Kapal Asing Terus Digiring Sandar ke Teluk Lamong
foto: ilustrasi
Jakarta - Secara perlahan Terminal Teluk Lamong mulai ramai. Rute internasional baru pun terus bermunculan. Setelah rute Cina-Indonesia yang dibuka pada 30 Juli lalu, kini ada rute baru, Cina-Indonesia-Korea.

Rute baru ini merupakan kerjasama Teluk Lamong dengan tiga pelayaran besar milik Korea yakni Heung-A, CK Line, dan Sinokor. Pelayaran perdana dilakukan menggunakan MV Lorentia dengan rute Pusan-Kwangyan-Shanghai-Shekou-Jakarta-Surabaya-Saigon-Shanghai-Teluk Lamong. Kapal berbendera Liberia tersebut mengangkut 650 kontainer yang akan sandar di Teluk Lamong hari ini.

"Sebulan atau seminggu sekali ada empat kapal Korea yang sandar di sini. Pembagiannya terserah tiga perusahaan pelayaran itu," kata Direktur Operasional dan Teknik PT Terminal Teluk Lamong Agung Kresna Sarwono, kepada wartawan dalam press conference Maiden Call of Heung-AShipping Co, di Teluk Lamong, Rabu (7/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alasan kapal Korea sandar di Teluk Lamong, kata Agung, dikarenakan kedalaman alur yang dimiliki Teluk Lamong. MV Lorentia membutuhkan kedalaman maksimal 11,5 meter. Sementara kedalaman alur Teluk Lamong mencapai -16 meter LWS.

"Kedalaman alur inilah yang menjadi magnet atau daya tarik kuat bagi kapal internasional yang berkapasitas dan bermuatan besar untuk sandar," lanjut Agung.

Dengan sandarnya kapal Korea langsung di Teluk Lamong, berarti bahwa kapal Korea tersebut tak perlu transit di Singapura. Sebelumnya, kapal berbadan besar tak bisa masuk ke pelabuhan di Indonesia karena kedalaman alurnya yang rendah.

Kapal besar yang hendak ke Indonesia harus transit dulu di Singapura untuk membongkar muatan. Muatan kemudian dipindahkan ke kapal yang berukuran lebih kecil yang bisa masuk ke pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.

Dengan begitu, kata Agung, biaya logistik bisa lebih murah dan lebih efisien dalam hal waktu. Perlu waktu hanya 12 hari dari Korea langsung ke Indonesia. Bila harus transit di Singapura maka perjalanan memakan waktu 16 hari. Dengan semakin banyaknya kapal asing yang sandar di Teluk Lamong, Agung berharap ke depan akan ada lagi rute-rute baru lagi.

"Sebelum Desember 2015, akan ada rute internasional baru lagi yakni Port Klang-Jakarta-Surabaya-Makassar," tandas Agung.

(iwd/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads