Menurutn CFO Zalora Frans Budi Pranata, pihaknya memanfaatkan kesempatan perkembangan bisnis e—commerce di Indonesia yang tumbuh subur saat ini.
"Bisnis e—commerce di Indonesia terus berevolusi sejak 20 tahun terakhir. Kita lihat belanja online itu di Amazon.com ada 100 juta orang belanja setiap hari dengan 10 juta macam produk. Kemungkinan orang mencari barang tertentu dan tidak ada itu kecil sekali. Belanja online menjadi kebutuhan masyarakat di seluruh dunia saat ini," ungkap Frans dalam Forum Dialog HIPMI di HIPMI Center, Menara Bidakara, Jakarta, Kamis (8/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semakin banyak top brand yang ada di website maka pengunjung datang dan mencarinya," katanya.
Kedua navigasi website harus mudah. Ketiga, pengiriman cepat dari tiga jam hingga hari berikutnya.
"Keempat, pembayaran bisa dengan cash on delivery, kartu kredit, transfer. Sebab 60% orang Indonesia tidak punya kartu kredit dan rekening bank. Kelima pelayanan. Semua karyawan adalah customer service. Lima hal ini harus bagus," jelasnya.
Jenis kelamin pelanggan Zalora, jelas Frans, 70% wanita dan 30% pria. Strategi—strategi lain yang dipakai Zalora yaitu pakai selebtiri untuk endorse produk hingga teliti mengecek kualitas setiap barang yang masuk.
"Kualitas produk yang masuk, satu merek ada 2.000 item. Itu dicek satu per satu produknya. Kami pakai selebriti untuk endorse mulai dari Julia Perez, Jenahara, Bunga Citra Lestari dan banyak lainnya. Kita juga maksimalkan good service. Semua karyawan adalah customer service," ujarnya.
(ang/ang)











































