Jakpro akan mengakuisisi sebagian saham dari beberapa perusahaan seperti PT Pembangunan Jaya Ancol, PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), dan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP).
"Bapak harus berpikir seperti konglomerat, urusan uang nomor dua. Berpikir mana yang mau dibangun buat Jakarta. Kita mau nekan holding, mulai dari KBN, JIEP dan Jaya Ancol. Kita mau menyerahkan banyak aset untuk Jakpro," kata Ahok di Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Ahok masih perlu melakukan kajian karena perusahaan seperti PT Jaya Ancol saat ini sahamnya sudah terbuka atau sebagian dimiliki publik.
Ahok juga sempat menyebut pihaknya akan menggelontorkan penyertaan modal pemerintah (PMP) sebesar Rp 10 triliun tahun depan. Dengan suntikan dana sebesar itu, diharapkan bisa membuat PT Jakpro bisa lebih besar.
"Tahun depan kita mau PMP Rp 10 triliun ke BUMD, kalau BUMN kan Rp 36 triliun. Aku kasih Rp 10 triliun supaya kencang itu," kata Ahok.
"Pak haji yang punya 1 tanah saja, bisa kaya raya. Masa DKI yang punya tanah banyak nggak kaya-kaya. Jadi mulailah dari Jakarta kita bangun semua jadi besar. Pasti efek ekonominya bisa besar," kata Ahok.
(aws/hen)










































