Jepang Minati Industri Pendukung Elektronik & Otomotif RI
Selasa, 01 Mar 2005 12:50 WIB
Jakarta -
Jepang akan menanamkan investasi di sektor industri pendukung untuk elektronik dan otomotif. Dengan adanya investasi tersebut diharapkan industri otomotif dan elsktronik Indonesia dapat meningkatkan daya saingnya. Hal tersebut disampaikan Menko Perekonomian Aburizal Bekrie usai simposium Reenventing Indonesia Industrial Competitiveness di Hotel Niko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (1/3/2005)."Jetro (Japan External Trade Organisation) menawarkan untuk membantu Indonesia melakukan supporting industry karena kelemahan industri otomotif dan elektronik kita adalah karena supporting industrynya tidak kuat," kata Aburizal.Tidak adanya industri pendukung ini, lanjut Ical menyebabkan nilai ekspor otomotif dan elektronik Indonesia jauh lebih kecil dari Thailand dan Malaysia. "Jadi dengan adanya dukungan dan kerjasama dengan Kadin ini, saya menyambut gembira. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan Jepang dapat memberikan semacam technical support untuk membantu meningkatkan industri otomotif dan elektronik Indonesia," ujar Aburizal.Senmentara Ketua Jetro Jepang Osamu Watanabe, ada kecenderungan peningkatan investasi Jepang ke Indonesia. Ia mencatat dari tahun 2002 investasi Jepang mencapai US$ 0,6 juta dan pada tahun 2004 menjadi US$ 1,6 juta, "Jadi ada kecenderungan peningkatan investasi," tegas Watanabe yang mengaku tidak tahu berapa jumlah investasi tahun 2005. Menurutnya, Jepang tertarik untuk berinvestasi di Inodonesia dalam industri seperti Tekstil, suku cadang kendaraan maupun komponennya dan barang-barang kebutuhan konsumen.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































