Pertama, adalah penghapusan bea impor untuk impor sapi indukan. "Saya sedang siapkan regulasi. Sebentar ini masih pembahasan. Jadi saya mau agar impor sapi indukan itu 0%. Sekarang kan 5%," ujar dia saat berbincang di Hotel Mercure, Padang, Sabtu (10/10/2015).
Ke dua, lanjut dia, adalah menggratiskan sewa lahan terhadap masyarakat yang mau melakukan peternakan sapi. "Sekarang ini kalau mau mengelola tanah negara itu harus bayar sewa Rp 2 juta per tahun. Kalau dia itu mengelola tambang yang pendapatannya miliaran rupiah, wajar saja. Tapi kalau peternakan kan itu berat. Masa peternakan disamakan dengan tambang. Jadi saya mau usul untuk digratiskan," papar dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi masih rahasia, sebentar saya sampaikan dulu ke Pak Presiden (Joko Widodo). Baru nanti saya sampaikan ke masyarakat," pungkasnya.
Seperti diketahui, Pemerintah di tahun 2016 sudah menyiapkan anggaran Rp 500 miliar untuk membangun 500 pusat pembibitan dan peternakan nasional di seluruh Indonesia. 500 pusat pembibitan ini akan menampung 1 juta ekor sapi untuk diternakkan dan dibiakkan.
Sebelumnya, Mentan Amran mengunjungi Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak Padang Mengantas, Kementerian Pertanian, di Padang. Ia ingin mencontoh pola pembibitan dan peternakan di komplek peternakan yang membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkesima dan geleng-geleng kepala ketika melihat banyaknya sapi di pertenakan tersebut.
Kepala Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak Padang Mangatas, Sugiono menceritakan, hanya dalam 4 tahun peternakan ini bisa membiakkan sapi menjadi 1.250 ekor sapi dari semula hanya 70 ekor.
(dna/rrd)










































